Studi: Darah Manusia bagi Nyamuk Rasanya Seperti Permen

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 16 2293491 studi-darah-manusia-bagi-nyamuk-rasanya-seperti-permen-RmckWIoRrN.jpg (Foto: Yellowpages)

Bila selama ini Anda menyimpan pertanyaan besar mengapa nyamuk suka darah manusia, maka hasil studi penelitian ini mungkin akan menjawab rasa penasaran Anda. Ya, akhirnya peneliti tahu alasan kenapa nyamuk suka darah manusia.

Menurut laporan New York Post, peneliti Amerika Serikat akhirnya mengetahui alasan darah manusia begitu diincar nyamuk. Salah satu alasannya ialah karena darah manusia bagi nyamuk itu rasanya seperti permen.

"Kami pikir rasa darah manusia bagi nyamuk adalah sesuatu yang benar-benar unik," kata Leslie B. Vosshall, Ph.D, dari Universitas Rockefeller New York. Penyelidik Howard Hughes Medical Institute mempelopori penelitian yang diterbitkan dalam jurnal 'Neuron' tersebut.

Studi tentang darah ini coba menerangkan kenapa darah manusia terasa 'asin dan manis' seperti karamel asin pada parasit epicurean, yang mampu mendeteksi kombinasi setidaknya empat zat berbeda dalam darah. Ini tekniknya seperti lidah manusia yang bisa membedakan rasa asin, manis, pahit, asam, dan gurih.

Nyamuk betina omnivora menggunakan indra perasa khusus mereka untuk membedakan antara nektar yang mereka konsumsi untuk energi dan darah yang mereka minum sebelum bertelur. Nyamuk bahkan memiliki mulut yang terpisah untuk setiap kebutuhannya. Ya, ada gigi manis untuk mengonsumsi yang manis dan ada alat suntik yang menembus kulit dan mengekstrak plasma, menurut studi baru ini.

 Akhirnya peneliti tahu alasan kenapa nyamuk suka darah manusia.

Untuk menguji indera perasa pengisap darah, para peneliti melengkapi nyamuk hasil rekayasa genetik dengan tanda fluorescent yang menyala ketika neuron sesuai dengan rasa tertentu diaktifkan. Para peneliti kemudian memberi nyamuk-nyamuk itu darah yang bonafid dan campuran glukosa, garam, natrium bikarbonat (ditemukan dalam darah dan soda kue) dan ATP atau senyawa yang meningkatkan energi.

"ATP adalah benda misterius khusus yang rasanya tidak ada artinya bagi manusia, tapi sangat menarik dan bermanfaat bagi nyamuk," terang Vosshall, yang telah mencobanya sendiri seperti apa rasa ATP.

Hasilnya, para ilmuwan menemukan bahwa sekitar setengah sel merepons darah baik yang asli maupun tiruan. Sementara itu, separuh lainnya tidak bereaksi terhadap apapun.

Baca juga: Mengapa saat Supermoon Bulan Tampak Membesar?

Para peneliti pun menyimpulkan bahwa nyamuk sangat mahir dalam mengidentifikasi darah, sehingga mereka mampu membedakan dari nektar pada tingkat deteksi sensorik pertama.

Di sisi lain, meski manusia dan nyamuk ternyata bisa merasakan asin dan manis dalam darah, Vosshall berspekulasi bahwa seluruh pengalaman pasti berbeda untuk nyamuk. Dia menganalogikan keterampilan mencari darah serangga dengan kemampuan lebah madu melihat ultraviolet dan kelelawar mendengar suara ultrasonik.

Meski begitu, nyamuk ternyata tidak pilih-pilih dalam menentukan mangsanya, kata Veronica Jove dari Rockefeller yang memimpin uji rasa yang tak lazim di laboratorium Vosshall. "Semua manusia adalah sasaran nyamuk," katanya.

Para ilmuwan berharap dengan memahami indera perasa nyamuk, ini akan membantu para peneliti membuat obat yang efektif menghentikan para nyamuk menggigit manusia dan menularkan penyakit. Vosshall bahkan sudah mengusulkan untuk menggunakan obat yang akan membuat manusia terasa tidak lezat bagi nyamuk.

"Jika nyamuk tidak dapat mendeteksi rasa darah, secara teori mereka tidak dapat menularkan penyakit," terang Jove.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini