Peneliti Temukan Fosil Monyet Purba Lintas Benua Berusia 6 Juta Tahun

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 16 2293706 peneliti-temukan-fosil-monyet-purba-lintas-benua-berusia-6-juta-tahun-80uQNHcSo5.jpg Ilustrasi monyet purba Mesopithecus Pentelicus. (Foto: Mauricio Anton/IFL Science)

PARA peneliti di China baru saja menemukan fosil monyet purba yang hidup sekira 6,4 juta tahun lalu. Hal ini membuktikan monyet telah mencapai wilayah Far East (Timur Jauh) saat kera purba masih berkeliaran di Asia.

"Ini penting karena mereka adalah fosil monyet tertua di luar Afrika. Ia nenek moyang dari banyak monyet yang hidup di Asia Timur. Salah satu yang paling menarik dari perspektif paleontologi adalah bahwa monyet ini muncul di tempat dan waktu yang sama kera purba di Asia," kata Nina Joblonski dari Pennsylvania State University, sebagaimana dilaporkan IFL Science, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Arkeolog Temukan Kerangka Panglima Perang Anglo-Saxon Berusia 1.400 Tahun 

Dalam Journal of Human Evolution, Joblonski dan rekan-rekannya menjelaskan bahwa fosil tersebut berasal dari Miosen, periode di mana monyet jarang bersentuhan dengan kera di Eurasia. Akhirnya karena perubahan kondisi lingkungan, banyak spesies kera yang punah.

Sebelum penemuan ini, sisa-sisa jenis primata tersebut juga didapati di Maragheh, Iran. Ketika itu fosil monyet ditemukan di lapisan sedimen yang sama berumur 7,6 juta tahun.

Kemudian penemuan di Tambang Lignit Shuitangba di Provinsi Yunnan, China. Fosil ini termasuk tulang rahang dan tulang paha terletak di dalam sedimen.

Baca juga: Ilmuwan Ungkap Temuan Fosil Beruang Gua Zaman Es 

Berdasarkan morfologi gigi, para peneliti percaya bahwa monyet tersebut dalam spesies purba Mesopithecus Pentelicus yang pertama kali ditemukan di sebuah situs dekat Athena, Yunani, pada awal abad ke-19.

"Monyet ini sama dengan yang ditemukan di Yunani selama periode waktu yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa mereka menyebar dari suatu pusat di Eropa Tengah dengan sangat cepat. Ini sangat mengesankan ketika Anda berpikir berapa lama seekor hewan menyebar puluhan ribu kilometer melalui hutan ke hutan," ujar Jablonski.

Rahasia dari kecepatan mereka terletak pada tulang paha dan tumitnya yang memungkinkan gerakan gesit dari hewan ini. Mereka sangat nyaman melompat di antara pohon layaknya sedang berjalan di darat. Dengan begitu, hewan ini akan mudah melintasi hutan dan negara dalam perjalanannya ke arah timur.

Monyet yang satu ini juga dapat bertahan pada berbagai kondisi makanan. Hal ini karena enzim perut yang memungkinkannya memfermentasi selulosa. Hasilnya, ia mampu bertahan hidup dengan makanan daun, kacang-kacangan, biji-bijian, buah serta tanaman lainnya. Kemampuan beradaptasi ini yang membantu Mesopithecus Pentelicus dalam perjalanannya melintasi Eurasia.

Baca juga: Peneliti Pelajari Tengkorak Embrio Dinosaurus dari Argentina 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini