Astronom Saksikan Black Hole Hancurkan Bintang di Luar Angkasa

Felix Refialdo Handono, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 16 2294183 astronom-saksikan-black-hole-hancurkan-bintang-di-luar-angkasa-VUISVM1h5r.jpg Black hole menghancurkan bintang di luar angkasa. (Foto: ESO/M Kornmesser/Fox News)

PARA astronom menyaksikan lubang hitam (black hole) di luar angkasa yang menghancurkan bintang dengan jarak jutaan tahun cahaya dari Bumi. Proses tersebut dikenal sebagai "spaghettification" atau lubang hitam menciptakan ledakan cahaya yang terlihat 215 juta tahun cahaya dari Bumi. Satu tahun cahaya di luar angkasa jika dihitung sekira 6 triliun mil.

Gravitasi lubang hitam sangat kuat sehingga akan meregangkan dan mengubah objek apa pun yang mendekatinya. Ledakan cahaya ditangkap oleh beberapa teleskop di seluruh dunia. Hal ini mendorong para ilmuwan untuk menelitinya selama berbulan-bulan untuk memastikan pengamatan awal mereka itu benar.

Baca juga: Peraih Nobel Fisika Ungkap Lubang Hitam Miliki Gravitasi Sangat Besar 

"Peristiwa ini terjadi akibat kehancuran bintang yang terlalu dekat dengan lubang hitam supermasif. Dalam kasus ini, bintang itu terkoyak dengan sekira setengah massanya atau bertambah ke dalam lubang hitam dengan massa 1 juta kali matahari, dan setengah lainnya terlontar keluar," ujar Edo Berger, penulis studi dan astronom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, sebagaimana dikutip dari Fox News, Kamis (15/10/2020).

Peristiwa ini dikenal sebagai AT2019qiz dan sangat jarang terjadi. Pada Januari lalu, para astronom melihat empat objek "aneh" yang mengorbit lubang hitam masif di pusat Galaksi Bima Sakti yang dikenal sebagai Sagitarius A.

Baca juga: Astronom Ungkap Bayangan Black Hole di Galaksi M87 Bisa Berubah 

Pada Mei 2019, para astronom mengamati kecerahan Sagitarius A yang tiba-tiba menjadi cerah, menunjukkan bahwa itu mungkin telah bersentuhan dengan benda langit lain.

Pada Oktober 2018, para astronom mengamati Sagitarius A menarik gumpalan gas ke pusarannya dengan kecepatan 30 persen dari kecepatan cahaya.

Pada April 2019, para ilmuwan merilis gambar lubang hitam untuk pertama kalinya, terlihat di galaksi yang berjarak 55 juta tahun cahaya dari Bumi.

Hingga saat ini peristiwa itu banyak diperdebatkan, tetapi di sini peneliti melihat bahwa kedua momen tersebut terhubung melalui satu proses. Peristiwa ini mengajarkan tentang proses fisik akresi dan pengeluaran massa yang terperinci dari lubang hitam supermasif.

Baca juga: Ditemukan Lubang Hitam dengan Berat 142 Kali Massa Matahari 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini