CEO RRQ Sebut Pendidikan dan Game Bisa Berjalan Bersamaan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 16 2294304 ceo-rrq-sebut-pendidikan-dan-game-bisa-berjalan-bersamaan-k8DltBhMz2.jpg (Foto: TechRadar)

ESPORTS menjadi salah satu profesi yang menjanjikan pada saat ini. Meski demikian, masih banyak orangtua yang belum mendukung keputusan seorang anak untuk serius dalam bermain game. Sebagian orangtua menganggap pendidikan jauh lebih penting daripada hanya sekadar bermain game.

Menanggapi hal tersebut CEO RRQ dan Wakil Sekjen PB Esport Indonesia, Andrian Pauline mengatakan bahwa pendidikan dan game bisa berjalan secara beriringan. Artinya seseorang masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan secara normal namun tetap bisa menempatkan minat mereka bermain game dengan baik.

Menurutnya tim Esports Rex Regum Qeon RRQ yang dibuatnya pada 2013 sangat mendukung pemain yang ingin serius bermain game namun tetap mengutamakan pendidikan. Manajemen RRQ akan mengatur jadwal sebaik mungkin agar waktu latihan mereka mendapatkan porsi yang seimbang dengan pendidikan formal yang sedang dijalani.

“Pendidikan tetap harus diperhatikan. RRQ sangat mendukung, jadi masih memungkinkan untuk menjalankan permainan dan pendidikan. Hanya saja dituntut untuk melakukan disiplin waktu yang sangat ketat. Salah satu contohnya adalah Eggsy RRQ yang masih kuliah. Ini adalah bukti bahwa pendidikan bisa berjalan beriringan dengan karier,” terang Andrian, dalam Press Conference Esports Awards 2020, Kamis (15/10/2020).

 Esports menjadi salah satu profesi yang menjanjikan pada saat ini.

Lebih lanjut Andrian mengatakan bahwa saat ini belum ada pelatihan khusus bagi masyarakat yang ingin menjadi seorang pro player. Namun jika ada orang yang serius terhadap Esports dan ingin berkarier di dalamnya, RRQ telah menginisasi dalam pembuatan akademi. Diharapkan akademi ini dapat mencetak pemain-pemain muda berbakat Tanah Air.

"Kalau RRQ kami sudah menginisiasi pembuatan akademi untuk para pemain yang serius jadi pro player. Tapi enggak ada latihan khusus untuk menjadi profesional player. Karena ini dilihat dari bakat, jam bermain dan hasil permainan yang pernah mereka lakukan,” tuntasnya.

Baca juga: Esports Indonesia Alami Perkembangan Pesat dalam 16 Tahun Terakhir

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini