Peneliti Temukan Asam Amino Glisin di Atmosfer Venus

INews.id, Jurnalis · Minggu 18 Oktober 2020 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 18 16 2295440 peneliti-temukan-asam-amino-glisin-di-atmosfer-venus-ewoFXLZQCD.jpg (Foto: NASA)

Tim peneliti kini mengklaim menemukan asam amino glisin di atmosfer Venus. Kabarnya, ada sekitar 500 asam amino yang diketahui. Namun, hanya 20 yang ada dalam kode genetik.

Dikutip iNews, glisin adalah yang paling sederhana. Meskipun glisin dan asam amino lainnya bukanlah tanda biologis, mereka adalah beberapa bahan penyusun kehidupan.

Faktanya, mereka adalah bahan penyusun protein. Mereka juga merupakan molekul organik pertama yang muncul di Bumi. Glisin penting untuk pengembangan protein dan senyawa biologis lainnya.

Para peneliti menggunakan Atacama Large Millimeter / submillimeter Array (ALMA) untuk mendeteksi glisin di atmosfer Venus dengan spektroskopi. Mereka menemukannya di garis lintang tengah, dekat ekuator. Di situlah sinyalnya terkuat, dan tidak ada yang terdeteksi di kutub.

Dikutip dari Science Alert, dalam makalah mereka, penulis menulis ‘Deteksi di atmosfer Venus mungkin menjadi salah satu kunci untuk memahami mekanisme pembentukan molekul prebiotik di atmosfer Venus. Atmosfer bagian atas Venus mungkin melalui metode biologis yang hampir sama seperti Bumi miliaran tahun yang lalu.’

Kedua kalimat itu sangat cocok. Mungkinkah ada semacam proses biologis yang terjadi di awan Venus? Ini "mungkin" menjadi salah satu kunci, dan "mungkin akan" melalui hal yang sama yang dilakukan Bumi.

Pada pertengahan September, tim peneliti melaporkan menemukan fosfin di atmosfer atas Venus (Greaves et al, 2020). Seperti glisin, fosfin juga terdeteksi lebih kuat di pertengahan garis lintang.

Fosfin bisa menjadi tanda-tanda biologis dan ada di Bumi. Tapi juga bisa dibuat secara kimiawi, meski itu membutuhkan energi yang sangat besar. Ini telah terdeteksi di Jupiter dan Saturnus, di mana ada energi yang melimpah untuk produksinya. Tapi, Venus tidak memiliki energi yang dibutuhkan untuk membuatnya.

 Tim peneliti kini mengklaim menemukan asam amino glisin di atmosfer Venus.

Baca juga: Mengapa saat Supermoon Bulan Tampak Membesar?

Tim peneliti yang menemukan fosfin sangat berhati-hati dengan temuan mereka sendiri. Dalam makalah, mereka hampir meminta peneliti lain untuk menjelaskan keberadaan fosfin tanpa menyebut kehidupan.

"Sekarang, para astronom akan memikirkan semua cara untuk membenarkan fosfin tanpa kehidupan, dan saya menyambutnya. Mohon lakukan, karena kita berada di ujung kemungkinan untuk menunjukkan proses abiotik yang dapat membuat fosfin."

Deteksi fosfin menjadi latar belakang penemuan terbaru ini. Kedua penemuan tersebut adalah bagian dari pertanyaan besar seputar Venus yakni Apakah kehidupan mereka atau potensi kehidupan di Venus? Atau apakah bahan kimia ini tidak ada hubungannya dengan kehidupan?

Para peneliti telah mengidentifikasi wilayah atmosfer Venus yang mungkin menjadi tempat tinggal bagi kehidupan. Venus sangat tidak ramah untuk sebagian besar.

Atmosfernya asam, suhunya cukup panas untuk melelehkan pesawat ruang angkasa, dan tekanan atmosfer sedang menghancurkan. Tapi tinggi di awan, antara sekitar 48 dan 60 km (30 dan 37 mil) di atas permukaan, suhunya tidak begitu mematikan.

Pada ketinggian tersebut, suhu berkisar antara -1 C hingga 93 C (30 hingga 200 derajat F). Ini sangat kontroversial, tapi beberapa ilmuwan berpikir jenis kehidupan sederhana dapat bertahan di sana, terus berkembang biak, tanpa pernah menyentuh permukaan planet.

Fosfin mudah terdegradasi, sehingga harus terus diproduksi agar dapat dideteksi. Kehidupan di ketinggian itu bisa menjadi sumber fosfin. Penemuan glisin baru ini hanya menambah misteri dan ketidakpastian. Dalam makalah mereka, para peneliti mengusulkan bahwa sel Hadley dapat bertanggung jawab untuk menyediakan rumah bagi kehidupan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini