Rusia Kembangkan Roket Mirip Falcon 9 yang Dapat Digunakan Lagi

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 16 2296012 rusia-kembangkan-roket-mirip-falcon-9-yang-dapat-digunakan-lagi-mmJ1K5VOZB.jpg Roket Falcon 9. (Foto: SpaceX/Space.com)

RUSIA dikabarkan sedang berupaya mengembangkan roket yang dapat digunakan kembali. Roket ini disebut-sebut mirip dengan Falcon 9 milik SpaceX.

Badan antariksa Rusia, Roscosmos, pada pekan lalu mengumumkan sedang mengembangkan roket dua tahap yang disebut Amur. Roket ini memang mirip dengan Falcon 9, salah satunya sirip grid yang menstabilkan tahap pertama roket. Meski mirip, ada beberapa perbedaan di antara keduanya.

Baca juga: Insinyur Ini Buat Lightsaber Star Wars Jadi Kenyataan, Bisa Memotong Logam 

Amur jauh lebih kecil dan kurang bertenaga seperti Falcon 9. Tingginya hanya 180 kaki (55 meter) dengan kemampuan melepaskan muatan 11,6 ton (11,5 metrik ton) ke orbit rendah Bumi (LEO). Sementara Falcon 9 memiliki tinggi 230 kaki (70 meter) dan dapat mengirim 25,1 ton (22,8 metrik ton) ke LEO.

Salah seorang pejabat Roscosmos mengatakan Roket Amur akan diluncurkan dari Vostochny Cosmodrome di wilayah Amur, Rusia. Inilah alasan mengapa roket itu diberi nama Amur.

Pendaratan tahap pertama yang dapat digunakan kembali akan dilakukan di beberapa lokasi. Badan antariksa tersebut juga menyebutkan tidak akan melakukan touchdown pada platform terapung seperti yang dilakukan SpaceX dengan dua "drone ships".

Baca juga: Siapkan 4G LTE, NASA Berencana Kirim Astronaut ke Bulan pada 2024 

Rencana tersebut untuk mengurangi biaya pengembangan Amur tidak lebih dari 70 miliar rubel atau sekira Rp13 triliun. Roket Amur direncanakan terbang pada 2026 dengan biaya per peluncuran sebesar USD22 juta atau lebih dari Rp300 miliar.

Baca juga: Teknologi AI Ini Diklaim Bisa Terjemahkan Langsung Film Asing 

"Jika semua indikator kunci dari program Amur diterapkan, maka kami menyediakan sebagian besar peluncuran komrsial di kelas ringan dan menengah dengan roket baru kami," kata Direktur Eksekutif Roscosmos Alexander Bloshenko, seperti dikutip dari Space, Senin (19/10/2020).

Pencapaian itu mungkin akan membutuhkan waktu lama. SpaceX sudah menguji prototipe awal Starship, kendaraan besar yang dapat digunakan kembali dan diyakini sang CEO Elon Musk memiliki potensi merevolusi penerbangan luar angkasa melalui peluncuran yang sangat rendah.

Baca juga: Seorang Anak Temukan Fosil Dinosaurus Berusia 69 Juta Tahun 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini