Peneliti Temukan 6 Galaksi Terjebak di Orbit Sekitar Lubang Hitam

Felix Refialdo Handono, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 16 2296131 peneliti-temukan-6-galaksi-terjebak-di-orbit-sekitar-lubang-hitam-AuaBeR35N3.jpg Lubang hitam atau black hole di luar angkasa. (Foto: L Calcada/ESO/Space)

PENELITI menemukan enam galaksi terjebak di orbit sekitar lubang hitam (black hole) supermasif selama awal sejarah alam semesta. Data hasil studi baru dari Very Large Telescope (VLT) European Southern Observatory di Chile dan observatorium lain memberi para astronom gambaran evolusi lubang hitam ketika alam semesta berusia kurang dari 1 miliar tahun. Demikian menurut pernyataan ESO.

Salah satu misteri lubang hitam supermasif adalah bagaimana menjadi sangat besar, beberapa di antaranya mengandung miliaran kali massa matahari. Lubang hitam supermasif biasanya tersembunyi di galaksi, termasuk Bima Sakti. Studi baru memberi pengertian bahwa lubang hitam tumbuh di area yang mengandung gas berstruktur besar seperti jaring.

Baca juga: Astronom Saksikan Black Hole Hancurkan Bintang di Luar Angkasa 

"Penelitian ini terutama didorong keinginan untuk memahami beberapa objek astronomi yang paling menantang yakni lubang hitam supermasif di alam semesta. Ini adalah sistem yang ekstrem, dan sampai saat ini kami belum memiliki penjelasan yang pasti terkait keberadaannya," kata Marco Mignoli, penulis studi baru ini sekaligus astronom dari National Institute for Astrophysics di Bologna, Italia, seperti dikutip dari Space, Senin (19/10/2020).

Ia mengatakan, enam galaksi ditemukan di jaring laba-laba gas yang membentang dari lubang hitam hingga 300 kali ukuran Bima Sakti. Lingkungan yang kaya gas itu dapat menjelaskan mengapa lubang hitam tumbuh begitu cepat dalam waktu singkat setelah Big Bang.

Baca juga: Bintang Berukuran seperti Matahari Terkoyak oleh Lubang Hitam 

Struktur jaring laba-laba mungkin telah tumbuh dari kumpulan materi gelap, tetapi hanya dapat dideteksi melalui efek gravitasinya. Galaksi dalam studi baru sedikit lebih mudah diketahui. Para astronom memerlukan beberapa jam pengamatan dari beberapa teleskop optik besar, termasuk VLT, untuk mempelajarinya.

Para ilmuwan akan dapat mempelajari struktur seperti itu dengan lebih baik menggunakan Teleskop ESO online, karena dirancang untuk melihat ke alam semesta dan mendeteksi galaksi. Cahaya pertama yang diteliti dengan teleskop tersebut seharusnya terjadi pada pertengahan 2020-an.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini