Ilmuwan Peringatkan Potensi Mega-Tsunami di Alaska

Hantoro, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 16 2296364 ilmuwan-peringatkan-potensi-mega-tsunami-di-alaska-gFIMNqJ65p.jpg Ilustrasi lapisan es Alaska berjatuhan. (Foto: Magdalena Kula Manchee/Unsplash)

PARA ilmuwan memperingatkan adanya potensi mega-tsunami di Alaska yang bisa terjadi dalam 12 bulan ke depan. Hasil penelitian baru ini menunjukkan bahwa gunung-gunung sedang runtuh karena lapisan es yang menyatukannya mencair, mengancam terjadinya mega-tsunami jika jatuh ke laut.

Mereka memperingatkan bahwa daerah berpenduduk dan tempat-tempat wisata utama di Alaska terancam bahaya mega-tsunami ini. Salah satu area yang menjadi perhatian adalah kemiringan fyord Barry Arm di Alaska yang menghadap ke rute kapal pesiar yang populer.

Baca juga: Burung Ini Pecahkan Rekor Terbang dari Alaska ke Selandia Baru Tanpa Henti 

Kemerosotan Barry Arm mulai terjadi pada awal abad lalu, dipercepat satu dekade kemudian, dan ditemukan bertambah parah pada tahun ini melalui pengamatan foto satelit.

Jika gletser Barry Arm berjatuhan ke laut, bisa menimbulkan gelombang besar dan menghantam kapal mana pun di daerah itu. Kemudian mencapai ratusan meter di atas pegunungan di dekatnya, membanjiri tujuan wisata populer di Alaska dan menghantam setinggi 10 meter di atas Kota Whittier.

Potensi mega-tsunami di Alaska. (Foto: Lauren Dauphin/NASA Earth Observatory/USGS/Scence Alert)

Pada Mei lalu, para ilmuwan yang terdiri dari 14 ahli geologi itu memberikan surat terbuka kepada Departemen Sumber Daya Alam Alaska (ADNR) pada bulan Mei yang isinya memperingatkan bahwa longsor besar dan tsnumai mungkin saja terjadi dalam 1 tahun atau 20 tahun ke depan.

Baca juga: NASA Teliti Dampak Kebakaran Hutan Arktik di Alaska 

"Saat iklim berubah, lanskap membutuhkan waktu untuk menyesuaikan. Jika gletser jatuh dengan sangat cepat, lereng di sekitarnya dapat terperanjat, mereka mungkin jatuh secara bersamaan," kata kata ahli geologi Bretwood Higman yang pernah bekerja di Taan Fiord dan Barry Arm, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Selasa (20/10/2020).

Sementara ahli geologi Erin Bessette-Kirton Misalnya setelah memeriksa foto satelit selama 30 tahun menemukan bahwa tanah longsor di Pegunungan St Elias dan Teluk Gletser Alaska berhubungan dengan cuaca yang semakin hangat.

Sementara sebuah makalah baru-baru ini oleh Dan Shugar, ahli geomorfologi di Universitas Calgary, menunjukkan bahwa gletser mencair dan danau glasial bertambah luas 50 persen dalam 18 tahun terakhir. Di lautan, memanjang es mencair. Es-es itu yang dahulu menggantung di atas pegunungan, kini berada di permukaan air.

Baca juga: Gambar Kucing Raksasa Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Nazca Peru 

Potensi mega-tsunami di Alaska. (Foto: NASA/Operation Icebridge Handout/EPA/The Guardian)

Selama seabad terakhir, 10 dari 14 tsunami tertinggi yang tercatat terjadi di daerah pegunungan glasial. Pada 1958, tanah longsor di Teluk Lituya Alaska menciptakan gelombang setinggi 524 meter, gelombang tertinggi yang pernah tercatat.

Pada gempa bumi Alaska tahun 1964, sebagian besar kematian disebabkan oleh tsunami yang disebabkan tanah longsor bawah air.

Guna mengatasi bahaya tersebut, para ahli berharap bisa memprediksi kapan lereng es jatuh. Caranya dengan memasang sensor pada lereng es yang paling berbahaya untuk terjadi longsor.

Baca juga: Alquran dan Sains: Tidur Miring Kanan ala Nabi Baik untuk Jantung 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini