Ilmuwan Buat Perban Sutra Bertabur Berlian, Ini Fungsinya

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 16 2296619 ilmuwan-buat-perban-sutra-bertabur-berlian-ini-fungsinya-8fEBKRC9fN.jpg Ilustrasi perban. (Foto: Freepik)

SEJUMLAH ilmuwan membuat perban pembalut luka dari bahan sutra dan berbalut berlian. Perban mewah ini diklaim dapat berfungsi mendeteksi infeksi dan meningkatkan penyembuhan, luka bakar, cangkok kulit, serta luka kronis.

Hasil penelitian yang dipimpin Dr Asma Khalid dari RMIT University ini menyatakan perban cerdas dari sutra dan nanodiamond tersebut efektif mendeteksi suhu luka, tanda awal infeksi, mempercepat penyembuhan, serta mengurangi infeksi dari bakteri tertentu.

Baca juga: Ditemukan Fosil Jejak Kaki Terpanjang dari Zaman Es 

Seorang profesor sekaligus peneliti senior, Brant Gibson, mengatakan hal tersebut sebagai solusi terhadap tantangan global, terutama dalam hal perawatan dan penyembuhan luka.

"Penanganan luka tradisional mempunyai tantangan tersendiri bagi dokter yang harus memeriksa infeksi dengan mencari tanda kemerahan, panas, dan bengkak," kata Gibson, sebagaimana dikutip dari Science Daily, Selasa (20/10/2020).

Dia menambahkan, apabila tanda-tanda visual muncul peradangan dan infeksi berkembang jauh membuat terapi atau intervensi semakin menantang. Teknologi baru ini akan membantu dokter untuk mendeteksi infeksi lebih awal dan noninvansif tanpa prosedur pelepasan balutan yang menyakitkan.

Sementara Dr Christina Bursill, rekan peneliti yang juga spesialis luka di South Australian Health and Medical Research Institute (SAHMRI), mengatakan teknologi baru ini memberikan cara yang sangat akurat untuk memantau kualitas luka jika dibandingkan metode pengamatan visual yang sangat subjektif.

Baca juga: Insinyur Ini Buat Lightsaber Star Wars Jadi Kenyataan, Bisa Memotong Logam 

Berlian pada teknologi ini memiliki kemampuan penginderaan panas dan mendeteksi suhu biologis ke tingkat yang sangat tepat.

Kemampuan penginderaan panas tersebut memungkinkan pemantauan luka tanpa kontak oleh dokter yang akan memperoleh informasi tentang status luka.

Sedangkan selaput sutra nanodiamond menunjukkan resistensi antibakteri yang sangat tinggi terhadap bakteri gram negatif. Bakteri ini dikenal sebagai penyebab utama infeksi luka kulit.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Kecepatan Maksimum Rambat Suara 

"Dengan menanamkan nanodiamonds ke dalam serat sutra menggunakan proses electrospinning, kami dapat mengembangkan pembalut luka alami yang dapat mendeteksi infeksi," jelas Wakil Rektor RMIT Dr Asma Khalid.

"Kemampuan penginderaan panas membuka kemungkinan pemantauan luka tanpa kontak oleh dokter yang akan dapat memperoleh informasi tentang status luka dari pembacaan suhu nanodiamond."

"Teknologi baru ini akan memberikan solusi yang bermanfaat dan hemat biaya untuk tantangan yang dalam manajemen dan penyembuhan luka," pungkas Khalid.

Baca juga: Terekam Aksi Heroik Monyet Capuchin Selamatkan Temannya dari Ular Boa 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini