Teknologi Ini Cegah Pesawat Terbang Tersambar Petir

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 16 2296733 teknologi-ini-cegah-pesawat-terbang-tersambar-petir-h9OrJwpnSG.jpg (Foto: Shutterstock)

Transportasi udara memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh kendaraan darat. Pesawat terbang bisa melaju cepat di udara dan memungkinkan penumpang lebih cepat sampai di tujuan dibandingkan menggunakan transportasi darat atau laut.

Ketika mengudara, pesawat terbang selalu ada kemungkinan tersambar petir. Akan tetapi, pesawat dilengkapi sistem yang membuatnya aman dari gangguan petir.

Buku 'Kisah 1001 Fakta Sains Tersuper di Dunia' menjelaskan bahwa pesawat terbang memiliki sistem Static Discharge (SD) pada badan pesawat. Dengan demikian, sangat kecil kemungkinan pesawat terbang tersambar petir.

Seperti diketahui, petir terjadi karena adanya perbedaan muatan listrik di udara. Akibat gesekan antara awan atau benda dengan udara, maka timbul muatan listrik statis pada benda itu.

Sama halnya dengan pesawat, saat bergerak di udara akan terbentuk listrik statis di badan pesawat. Namun, SD segera membuang listrik ke udara, sehingga kecil kemungkinan tersambar.

Apabila SD tidak bekerja, pesawat bisa saja tersambar petir dan akibatnya bisa mulai dari terganggunya peralatan komunikasi dan navigasi pesawat terbang hingga terbakarnya di udara, di mana kejadian ini jarang terjadi.

SD pesawat sangat jarang rusak, selain itu perawatannya sangat sederhana karena bentuknya hanya berupa kawat atau lempengan plastik berisi logam yang ditempatkan di ujung sayap atau ekor pesawat dengan jumlah 12-16 buah.

Setiap hari Bumi dihantam 40 ribu petir. Namun, karena luasnya Bumi, maka kemungkinan petir mengenai suatu pesawat sangat kecil.

Petir biasanya terjadi saat hujan deras melanda di suatu wilayah di Bumi. Dijelaskan bahwa petir ialah gejala alam yang bisa dianalagoikan sebagai kondensator raksasa.

Fenomena petir melibatkan lempeng pertama ialah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah Bumi (dianggap netral). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan, di mana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.

 Transportasi udara memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh kendaraan darat.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini