Peneliti Temukan Pegunungan Salju di Planet Pluto

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 16 2297040 peneliti-temukan-pegunungan-salju-di-planet-pluto-TPit1XQVSF.jpg Planet Pluto. (Foto: NASA/JHUAPL/SwRI/Science Alert)

PLUTO merupakan planet kebalikan dari Bumi. Jika wilayah di Bumi makin tinggi lokasinya maka akan makin dingin cuacanya yang menjelaskan pegunungan berselimut salju, namun di Pluto makin tinggi akan hangat suhunya. Hal ini dikarenakan adanya radiasi matahari.

Sebuah tim peneliti yang dipimpin anggota dari Center National de la Recherche Scientifique (CNRS) atau Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis memberikan studi tentang hal ini. New Horizons menemukan salju di Pigafetta Montes dan Elcano Montes yang terletak di wilayah Cthulhu Macula Pluto di ekuator planet itu. Salju Pluto tidak seperti salju di Bumi, itu metana beku, bukan air beku. Demikian dikutip dari Science Alert, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Jadi Planet Terjauh, Berapa Lama Waktu 1 Tahun di Pluto? 

Dikarenakan Pluto tidak memiliki atmosfer tebal seperti Bumi, planet ini menjadi lebih hangat di ketinggian yang lebih tinggi akibat radiasi matahari, karena panas diserap oleh metana di atmosfer.

Tim peneliti menggunakan model iklim untuk mengetahui bagaimana salju metana turun di pegunungan. Atmosfer tipis Pluto sebagian besar adalah nitrogen dengan sejumlah kecil metana dan karbon monoksida. Dengan hanya sejumlah kecil metana, sulit untuk memperhitungkan semua salju itu.

Baca juga: Wujud Bulan-Bulan Uranus Ternyata Mirip Neptunus dan Pluto 

Dengan bekerja melalui model iklim, para peneliti menentukan bahwa dinamika atmosfer Pluto memusatkan metana di ketinggian yang lebih tinggi. Hanya di puncak gunung ada cukup metana untuk membentuk salju. Di ketinggian yang lebih rendah, metana tidak cukup dan tidak akan membetuk salju.

"Secara keseluruhan, pembentukan embun beku CH4 di puncak pegunungan Pluto tampaknya didorong oleh proses yang sama sekali berbeda dari proses pembentukan pegunungan yang tertutup salju di Bumi, menurut model kami," tulis tim dalam kesimpulan makalah mereka.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini