Objek Luar Angkasa Mendekati Bumi, Ilmuwan Pastikan Bukan Lubang Hitam

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 16 2297246 objek-luar-angksa-mendekati-bumi-ilmuwan-pastikan-bukan-lubang-hitam-dqWlEsbzPk.jpg Objek luar angkasa diduga lubang hitam mendekati Bumi. (Foto: DSS/SIMBAD/CDS/Science Alert)

PADA awal tahun ini sebuah objek luar angkasa yang diduga lubang hitam (black hole) dilaporkan berada cukup dekat dengan Planet Bumi. Setelah melakukan analisis, tim ilmuwan mengonfirmasi bahwa benda itu bernama HR 6819 dan sama sekali bukan lubang hitam.

Para ilmuwan menyebut benda tersebut dua bintang dengan orbit biner yang sedikit tidak biasa sehingga sulit untuk menafsirkannya. HR 6819 ini terletak sekira 1.120 tahun cahaya, dan menjadi teka-teki selama beberapa waktu belakangan. Benda tersebut dianggap sebagai bintang tunggal dari tipe Spektrum Be.

Baca juga: Peneliti Temukan 6 Galaksi Terjebak di Orbit Sekitar Lubang Hitam 

Dinukil dari Science Alert, Rabu (21/10/2020), benda ini adalah bintang biru putih panas di deret utama yang spektrumnya mengandung garis emisi hidrogen kuat. Benda ini ditafsirkan sebagai bukti cakram gas lingkungan yang dikeluarkan oleh bintang saat ia berputar dengan kecepatan equator sekira 200 kilometer per detik.

Pada 1980-an para astronom memerhatikan bahwa benda itu memberikan tanda cahaya seperti dari bintang tipe-B kedua, B3 III. Hal ini ditemukan pada 2003 yang berarti HR 6819 bukanlah satu, tetapi dua bintang.

Analisis lebih lanjut juga mengungkapkan bahwa Bintang B3 III memiliki 6 kali massa matahari dengan orbit 40 hari. Tetapi, Bintang Be juga memiliki massa yang sama tidak bergerak sama sekali. Bintang yang memiliki massa biner sama harusnya bergerak mengorbit pusat gravitasi secara timbal balik.

Setelah melalui penghitungan cermat, tim astronom menyimpulkan bahwa Bintang B3 III mungkin mengorbit objek ketiga lainnya yang tidak terlihat, seperti lubang hitam.

"Kehadiran Bintang Be dalam Spektrum HR 6819 menunjukkan interpretasi lain dari sistem tersebut. Ada kemungkinan Bintang B3 III bermassa rendah dan dipereteli yang masih muda serta bercahaya. Dalam hal ini Bintang Be menjadi pendamping dalam biner 40 hari, bukan lubang hitam," kata astronom dari Georgia State university, Douglas Gies dan Luqian Wang.

Baca juga: Astronom Saksikan Black Hole Hancurkan Bintang di Luar Angkasa 

Ini artinya, Bintang B3 III bermassa jauh lebih rendah akan mengitari Bintang Be. Jika benar ini masalahnya, maka gerakan orbital tersebut dapat dideteksi dalam gas hidrogen yang mengelilingi Bintang Be. Mereka dengan hati-hati mempelajari emisi hidrogen dalam spektrum sistem.

"Ini menunjukkan bahwa HR 6819 adalah sebuah sistem biner yang terdiri dari Bintang Be massif dan pendamping bermassa rendah yang merupakan sisa bekas bintang donor massa dalam biner perpindahan massa," jelasnya.

Dengan kata lain, Bintang Be menyedot banyak material dari Bintang B3 III, sehingga membuatnya jauh lebih kecil. Menurut perhitungan mereka, Bintang Be berukuran sekira 6 kali massa matahari seperti yang ditemukan sebelumnya. Sedangkan Bintang B3 III memiliki massa antara 0,4 hingga 0,8 massa matahari.

Penelitian lain juga mengungkapkan hal yang sama. Tim peneliti dari Belgia yang dipimpin Julia Bodensteiner menyebutkan massa spektroskopi 0,4 dan 6 massa matahari untuk primer serta sekunder. Demikian juga Kareem el Badry dan Eliot Quataert dari UC Berkeley mengungkapkan 0,47 dan 6,7 massa matahari untuk masing-masing Bintang B3 III dan Be.

Baca juga: Bintang Berukuran seperti Matahari Terkoyak oleh Lubang Hitam 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini