Benarkah Lebah Mati Setelah Menyengat? Ini Faktanya

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 00:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 16 2297376 benarkah-lebah-mati-setelah-menyengat-ini-faktanya-mi3MQoiWD7.jpg Ilustrasi lebah. (Foto: Damien Tupinier/Unsplash)

SENGATAN lebah tentunya sangat menyakitkan dan terasa panas. Efek yang ditimbulkan bisa berupa bengkak kemerahan pada kulit hingga beberapa hari atau bahkan bermingu-minggu. Banyak orang yang beranggapan bahwa lebah akan mati setelah menyengat manusia. Apakah benar?

Dikutip dari Mental Floss, Rabu (21/10/2020), hal itu hanya terjadi pada beberapa jenis lebah. Lebah madu yang paling rentan mengalaminya, bukan tawon madu atau yellowjackets, ataupun lebah Honey Nut Cheerios. Lalu apa yang sebenarnya terjadi pada lebah setelah menyengat?

Baca juga: Ditemukan 6 "Lebah Pembunuh" di Amerika, Petugas Lacak Sarangnya 

Saat lebah menyengat manusia, alat penyengatnya disekrup ke kulit seperti pembuka botol. Lebah terlalu lemah untuk menariknya keluar tanpa menyobek perutnya.

Menariknya, hal ini tidak berlaku pada hewan yang memiliki kulit lebih tipis dari manusia. Bahkan lebah dapat dengan mudah mencabut sengatan tanpa merusak perutnya dan terbang tanpa mati.

Baca juga: Sains dan Alquran Membuktikan, Lebah Serangga Paling Istimewa 

Namun ini tidak berlaku bagi ratu lebah madu yang tidak memiliki duri pada alat penyengatnya. Lebah madu jantan yang disebut drone juga bunuh diri setelah bersetubuh dengan ratu lebah karena alat kelaminnya diambil dari tubuh mereka di udara saat berhubungan.

Lebah pekerja memberi makan drone muda sampai mereka siap kawin. Mereka yang tidak kawin dengan ratu akan diusir dari sarang dan mati kelaparan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini