5 Fakta Perjalanan OSIRIS-REx dalam Misi Asteroid Bennu

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 04:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 16 2297433 5-fakta-perjalanan-osiris-rex-dalam-misi-asteroid-bennu-JASVvj5EYT.jpg Pesawat luar angkasa OSIRIS-REx menuju Asteroid Bennu. (Foto: Space Flight)

PESAWAT luar angkasa OSIRIS-REx dikabarkan telah berhasil mendarat di Asteroid Bennu pada Selasa 20 Oktober malam. Pendaratan ini demi melancarkan misi pengambilan sampel bebatuan untuk dibawa ke Bumi dan diteliti. Sampel tersebut diklaim dapat memberikan rahasia seputar tata surya.

Lalu, apa sebenarnya Asteroid Bennu? Sejak kapan misi ini direncanakan? Berikut hal-hal yang perlu diketahui seputar misi Asteroid Bennu, sebagaimana dirangkum dari Cnet, Kamis (22/10/2020).

1. Misi dimulai pada 2016

Konsep OSIRIS-REx ini sebenarnya sudah ada sejak 2004 dan diajukan ke NASA. Setelah lebih dari satu dekade pengembangan, akhirnya pesawat luar angkasa itu diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, pada 8 September 2016 di atas Roket Atlas V dari United Launch Alliance, perusahaan patungan Lockheed Martin dan Boeing. Pesawat luar angkasa itu melanjutkan perjalanan berikutnya selama 26 bulan ke Bennu, dan resmi mendarat pada 3 Desember 2018.

Baca juga: Pesawat OSIRIS-REx NASA Berhasil Mendarat di Asteroid Bennu 

2. Bennu dianggap jendela masa lalu tata surya

Asteroid Bennu disebut sebagai tumpukan puing yang berarti terbentuk di masa lalu kosmik yang dalam, ketika gravitasi perlahan-lahan menyatukan sisa-sisa tabrakan kuno. Bennu dianggap sebagai jendela ke masa lalu tata surya. Hal ini dikarenakan di tubuh Bennu terdapat karbon yang membawa bahan penyusun planet dan kehidupan. Dikabarkan juga bahwa Bennu berdampak pada Bumi di akhir abad ke-22.

3. Touch-And-Go menjadi sistem kerja OSIRIS-Rex

Rencana dasarnya misi ini mendaratkan pesawat luar angkasa di lokasi yang disebut Nightingle di Bennu. OSIRIS-REx dilengkapi dengan tiga tabung nitrogen yang digunakan untuk melepaskan gas bertekanan ke permukaan Bennu. Hal ini diharapkan akan memunculkan debu yang dapat ditangkap oleh pesawat itu dan dibawa kembali ke Bumi. Sistem kerja ini disebut Touch-And-Go (TAG).

Baca juga: Video 3D NASA Ungkap Bentuk Asli Asteroid Bennu 

4. OSIRIS-Rex tetap berada di Bennu hingga akhir 2020

Pesawat luar angkasa milik NASA ini akan tetap berada di Asteroid Bennu hingga akhir 2020. Selanjutnya akan melakukan manuver keberangkatan tahun depan dan memulai perjalanan dua tahun kembali ke Bumi.

Baca juga: NASA Siap Ungkap Rahasia Karbon di Asteroid Bennu 

5. Pesawat luar angkasa Jepang pernah lakukan misi serupa

Pesawat luar angkasa Hayabusa Jepang berhasil membawa pulang butiran kecil dari Asteroid 25143 Itokawa ke Bumi pada 2010. Penggantinya, Hayabusa-2 menembakkan peluru tembaga khusus ke asteroid besar Ryugu pada 2019 dan kemudian mengambil beberapa pecahan peluru. Sampel itu sedang dalam perjalanan kembali ke Bumi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini