Share

Lubang Ozon Antartika Tahun Ini Jadi yang Terbesar dan Terdalam

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 16 2297733 lubang-ozon-antartika-tahun-ini-jadi-yang-terbesar-dan-terdalam-cm9Wf2icOj.jpeg Lubang ozon Antartika mengalami puncak terbesar dan terdalam pada tahun ini. (Foto: ESA/IFL Science)

LUBANG ozon di Antartika pada tahun ini tercatat menjadi yang terbesar dalam beberapa waktu terakhir. Luasnya mencapai 25 juta kilometer persegi. Lubang itu seperti ukuran gabungan wilayah Rusia dan Australia. Lubang terdalam tahun ini mencapai puncaknya pada 2 Oktober lalu.

Lubang tersebut sejatinya tidak konstan, selalu berubah sesuai musim. Mulai Agustus hingga Oktober, lubang itu bertambah luas hingga mencapai lebar terbesarnya. Setelah itu akan menyusut kembali pada akhir Desember.

Baca juga: Ilmuwan Pelajari Pengurangan Konsentrasi Ozon di Atas Kutub Utara 

Pengamatan terbaru membandingkan perbedaan yang cukup besar dari tahun lalu. Pada 2019, lubang itu menjadi yang terkecil selama 30 tahun terakhir dengan luas 16,4 juta kilometer persegi.

Selama dua dekade terakhir lapisan tersebut berangsur pulih 1 hingga 3 persen setiap 10 tahun. Namun faktanya akan selalu ada kemungkinan kerusakan yang ditimbulkan akibat ulah manusia.

Baca juga: Cuma Sentuh Handphone, Pengemudi di Inggris Langsung Didenda Rp3,8 Juta

Pengukuran terbaru diamati oleh Satelit Copernicus Sentinel-5P Badan Antariksa Eropa.

"Pengamatan kami menunjukkan lubang ozon tahun 2020 berkembang sangat pesat, terutama di Antartika yang ukurannya jauh di atas rata-rata. Fakta menarik lainnya, lubang ozon pada 2020 menjadi salah satu yang terdalam," kata penganalisis, Diego Loyola, sebagaimana dikutip dari IFL Science, Kamis (22/10/2020).

Ozon merupakan molekul yang terbuat dari tiga atom oksigen dan berfungsi menyerap radiasi ultraviolet dari matahari. Pengguanaan klorofluorokarbon yang meningkat pada 1970 hingga 1980-an menyebabkan lapisan ini menipis.

Adanya Protokol Montreal Tahun 1987 yang menghapus atau mengurangi penggunaan bahan kimia tersebut memberi dampak positif bagi ozon. Lapisan ini perlahan membaik. Jika hal ini terus berlanjut, diperkirakan lapisan ozon kembali seperti semula pada 2050.

Baca juga: Unik, Peneliti Gunakan Balon Tabung Cegah Dingo Memangsa Ternak 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini