Arkeolog Temukan Mumi Hewan Llama Berusia 500 Tahun

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 16 2298395 arkeolog-temukan-mumi-hewan-llama-berusia-500-tahun-WJFcwNZLxU.jpg Mumi hewan Llama berusia 500 tahun ditemukan di Peru. (Foto: Antiquity Publications Ltd/LM Valdez/IFL Science)

PARA arkeolog menemukan mumi hewan llama di Peru. Keadaannya masih sangat halus dan dihiasi pita warna-warni. Llama ini diperkirakan dikurbankan Suku Inca lebih dari 500 tahun lalu.

Sebagaimana dilaporkan jurnal Antiquity, sisa llama yang dimumikan secara alami ini ditemukan dan dipelajari oleh para peneliti dari Universitas Calgary dan Universidad de Huamanga, Peru, di permukiman Inka, Tambo Viejo, Lembah Acari, pantai selatan Peruvian.

Baca juga: 59 Peti Mati Berisi Mumi Berusia 2.600 Tahun Ditemukan di Mesir 

Hewan llama. (Foto: Jessica Knowlden/Unsplash)

Selama penggalian, mereka menemukan setidaknya empat llama yang dimumikan secara alami di bawah bangunan. Kemudian ada llama lainnya yang telah membusuk dan kemungkinan karena sisa jasadnya dijarah oleh orang lain.

Di samping mumi llama, ditemukan juga bulu burung tropis berwarna cerah. Lalu ada marmut yang dihias.

Penanggalan radiokarbon telah menunjukkan bahwa hewan itu dibunuh di beberapa titik antara 1432 dan 1459, tepat setelah wilayah itu dihuni oleh Suku Inca.

Bagi Suku Inca, hewan llama tidak sekadar diambil dagingnya sebagai sumber makananan. Namun, lebih dari itu. llama juga memiliki peran penting dalam budaya, ritual, serta kehidupan politik mereka.

Baca juga: Peneliti Mendengar Suara Mumi Berusia 3.000 Tahun, Ini Caranya 

Di dekat mumi llama ditemukan juga sebuah oven besar dan sisa makanan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa llama tersebut dikurbankan untuk perayaan ritual.

Baca juga: Usai Temukan 59 Peti Mati Mumi, Mesir Terus Cari Peninggalan Bersejarah 

"Catatan sejarah menunjukkan hewan ini penting bagi Suku Inca yang menggunakannya sebagai persembahan khusus bagi para dewa supernatural," kata penulis utama penelitian, Lidio M Valdez, sebagaimana dikutip dari IFL Science, Jumat (23/10/2020).

Namun ada beberapa hal yang kurang menyenangkan dari hasil temuan ini. Sejumlah catatan sejarah menyatakan hewan kurban dipotong lehernya, namun hal itu tidak terbukti di sini. Justru sebaliknya, tidak ada bekas luka yang ditemukan, dan kuat dugaan llama dikubur hidup-hidup.

Baca juga: Peneliti Ungkap Penyebab Kematian Mumi Inuit Berusia 500 Tahun 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini