Melihat Proses OSIRIS-REx Ambil Sampel dari Asteroid Bennu

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 20:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 16 2298643 melihat-proses-osiris-rex-ambil-sampel-dari-asteroid-bennu-fTC2YyKTT2.jpg Pesawat OSIRIS-REx mengambil sampel penelitian di Asteroid Bennu. (Foto: IFL Science)

OSIRIS-REx NASA berhasil mendarat di Asteroid Bennu pada Selasa 22 Oktober malam. Pesawat luar angkasa ini mendarat di permukaan Bennu untuk mengambil sampel kemudian dibawa dan diteliti di Bumi.

Tim saat ini masih meneliti data dan memastikan OSIRIS-REx mampu mengambil sampel sesuai rencana. Pengambilan sampel di Asteroid Bennu coba dijelaskan dalam bentuk video yang beredar beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pesawat OSIRIS-REx NASA Berhasil Mendarat di Asteroid Bennu 

Sistem kerja Touch-and-Go (TAG) memiliki tantangan sendiri karena pengerjaannya dinavigasi secara mandiri oleh OSIRIS-REx. Beruntung tim mampu mendaratkan pesawat dengan tepat dan membuat misi pengambilan sampel berlangsung lancar.

Mekanisme Akuisisi Sampel TAG (TAG Sample Acquisition Mechanism/TAGSAM) merupakan lengan artikulasi yang digunakan OSIRIS-Rex mengumpulkan material, menyentuh tanah asteroid dalam jarak 1 meter dari lokasi target.

Ilustrasi pesawat OSIRIS-REx mendarat di Asteroid Bennu. (Foto: NASA/Goddard/University of Arizona/Fox News)

Pesawat ini bergerak dengan kecepatan sekira 10 sentimeter (3,9 inci) per detik ke permukaan Bennu. Satu detik setelah pendaratan, ia melepaskan nitrogen pada tekanan tinggi yang membuat permukaan terangkat untuk ditangkap.

TACSM melakukan kontak dengan regolith selama sekira 6 detik, meski pengumpulan sampel terjadi pada 3 detik pertama.

Setelah itu OSIRIS-REx pindah ke jarak yang aman. Ia akan mengirim data dan gambar untuk memastikan misi tersebut berjalan dengan lancar.

Baca juga: 5 Fakta Perjalanan OSIRIS-REx dalam Misi Asteroid Bennu 

Tujuan dari TAG ini mengumpulkan setidaknya 60 gram regolith, meski ada juga kemungkinan mendapat 2 kilogram.

"Ada teknik pengukuran massa sampel di mana pesawat ruang angkasa akan memanjangkan lengannya pada posisi tertentu dan benar-benar berputar. Kami mencari perubahan inersia. Ini sudah kami lakukan sebelum TAG, jadi kami tahu momen inersia pesawat luar angkasa," kata ilmuwan TAGSAM Beau Bierhaus, seperti dikutip dari IFL Science, Jumat (23/10/2020).

Pesawat ruang angkasa berputar lagi dan perbedaan momen inersia sebelum serta sesudah TAG akan memberi tahu tim berapa banyak massa yang telah dikumpulkannya.

Jika TAGSAM memiliki cukup regolith maka pesawat itu akan kembali ke Bumi tahun depan dan akan mendarat di Utah pada September 2023, sekaligus menjadi pesawat ruang angkasa ketiga yang mampu membawa sampel asteroid ke Bumi.

Baca juga: Video 3D NASA Ungkap Bentuk Asli Asteroid Bennu 

Misi pesawat luar angkasa OSIRIS-REx ambil sampel di Asteroid Bennu. (Foto: IFL Science)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini