Lempeng Tektonik Ditemukan di Samudera Pasifik Setelah Hilang 60 Juta Tahun

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Sabtu 24 Oktober 2020 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 16 2298932 lempeng-tektonik-ditemukan-di-samudera-pasifik-setelah-hilang-60-juta-tahun-zKQwdQ1eXS.jpg Samudera Pasifik. (Foto: Freepik)

LEMPENG tektonik yang hilang selama 60 juta tahun ditemukan di bawah Samudera Pasifik. Ini telah direkonstruksi para ilmuwan di University of Houston.

Dikenal sebagai Resurrection (Kebangkitan), lempeng itu sudah menjadi perbincangan yang kontroversial karena banyak yang menganggapnya tidak pernah ada. Namun di sisi lain ada juga yang mengatakan lempeng itu mungkin secara langsung menghasilkan gunung berapi di Samudera Pasifik atau yang dikenal dengan Ring of Fire.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Organ Baru di Kepala Manusia 

"Gunung berapi terbentuk pada batas lempeng. Makin banyak lempeng maka makin banyak pula gunung berapi," kata rekan penulis studi Jonny Wu, sebagaimana dikutip dari Fox News, Sabtu (24/10/2020).

Ia mengatakan gunung api juga dapat memengaruhi iklim. Jika ingin memahami tentang iklim maka banyaknya gunung api patut diperhitungkan.

Penemuan lempeng tektonik di Samudera Pasifik. (Foto: Spencer Fuston and Jonny Wu/University of Houston Dept of Earth and Atmospheric Sciences in the College of Natural Sciences and Mathematics/Fox News)

Para peneliti coba menggunakan model komputer untuk merekonstruksi lempengan dari era Kenozoikum (66 juta tahun lalu), tidak lama sebelum kepunahan massal dinosaurus. Saat itu ada dua lempeng tektonik di Samudera Pasifik yakni Kula dan Farallon. Lempeng ini sudah lama berada di bawah kerak Bumi akibat proses subduksi.

Kemudian pada 2013, peneliti yang berbeda mengonfirmasi Lempeng Farallon masih ada di California Tengah dan Meksiko. Ada banyak magma di Negara Bagian Alaska dan Washington yang menurut para ahli geologi adalah sisa-sisa lempeng tektonik yang telah lama hilang.

Baca juga: Studi Baru Ungkap Ular Bisa Melihat dengan Baik di Keadaan Gelap Total 

Lempeng tektonik terus bergerak di sekitar permukaan Bumi yang membuatnya bertabrakan sehingga membentuk pegunungan atau meluncur ke bawah membentuk zona subduksi.

"Kami memiliki bukti bahwa lempeng tektonik Ressurection benar-benar ada. Kami juga akan menyelesaikan advokasi dengan pihak yang mendukung data kami," kata penulis utama penelitian Spencer Fuston.

Pada 2019, Fox News pernah melaporkan lempeng tektonik yang "terkelupas" di dasar laut lepas pantai Portugal suatu hari akan menyusut ke Samudera Atlantik.

Tahun sebelumnya, peneliti mempelajari kekuatan gempa berkekuatan 8,2 skala Richter yang membawa kehancuran dan 98 kematian di Meksiko selatan pada September 2017.

Baca juga: Remaja Putri Ini Raih Penghargaan Berkat Temuan Molekul Virus Corona 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini