Ini Penjelasan Alquran dan Sains soal Simbiosis dalam Kehidupan Hewan

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2020 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 16 2299406 ini-penjelasan-alquran-dan-sains-soal-simbiosis-dalam-kehidupan-hewan-OFxmf60m7s.jpg Simbiosis ikan badut dan anemon. (Foto: James Lee/Unsplash)

HEWAN memiliki perilaku simbiosis dengan makhluk lain dalam kehidupannya. Keadaan ini akan memberikan keuntungan kepada keduanya. Mereka dapat hidup bersama-sama dalam lingkungan serupa.

Simbiosis ternyata sudah lama dijelaskan di kitab suci Alquran dan sains. Dalam kajian Islami, simbiosis merujuk Surah Taha Ayat 50.

"Dia (Musa) menjawab: 'Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk'." (QS Taha: 50)

Baca juga: Badak Putih Langka Lahir dengan Selamat di Kebun Binatang Inggris 

Berdasarkan Buku Tafsir Ilmi Mengenai Hewan dalam Perspektif Alquran dan Sains (2012), dijelaskan bahwa ayat tersebut menunjukkan Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan akal, naluri, serta kodrat alamiah kepada semua makhluk, termasuk hewan, untuk melangsungkan kehidupannya.

Salah satu naluri yang dimilikinya ialah untuk bekerja sama di antara sejenisnya, baik yang menguntungkan kedua belah pihak maupun salah satunya.

Baca juga: Dua Rakun Ini Bikin Heboh Usai "Membobol" Sebuah Bank 

Simbiosis sendiri terbagi menjadi dua macam yakni di luar tubuh (ectosymbiosis) dan di dalam tubuh (endosymbiosis). Simbiosis di luar tubuh dicontohkan oleh kerja sama antara hewan kepik pada penyebaran benih tumbuhan dan simbiosis di dalam tubuh seperti jasad renik di dalam saluran pencernaan sapi.

Mutualisme merupakan salah satu bentuk simbiosis yang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Misalnya, serangga membantu tumbuhan karena berperan dalam mentransfer dan mempertemukan sel jantan dan sel betina tumbuhan.

Kemudian ada simbiosis komensialisme. Berbeda dengan mutualisme, bentuk simbiosis ini hanya menguntungkan salah satu pihak. Meski demikian, pihak lainnya tidak dirugikan atau mendapat keuntungan apa pun.

Baca juga: Unik, Peneliti Gunakan Balon Tabung Cegah Dingo Memangsa Ternak 

Contohnya ialah pada ikan badut dengan anemon laut. Dikarenakan tubuh ikan badut terlapisi lendir, hewan ini tidak menjadi mangsa dari anemon. Sementara karena kekebalannya, ikan badut juga bisa bersembunyi dan terhindar dari buruan hewan lain.

Berkenaan dengan simbiosis, Allah Subhanahu wa ta'ala membimbing mereka untuk melakukan hubungan dan memberikan perilaku khas seperti dinyatakan dalam Surah Taha Ayat 50 sebelumnya.

Baca juga: Cangkang Kumbang Ini Mampu Menahan Beban hingga 39.000 Kali Berat Tubuhnya 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini