Ular Berkepala Dua Ini Miliki Otak Berbeda, Kerap Timbulkan Bentrok

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2020 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 16 2300418 ular-berkepala-dua-ini-miliki-otak-berbeda-kerap-timbulkan-bentrok-cMMwcEyl9c.jpg Ditemukan ular langka berkepala dua di Florida, Amerika Serikat. (Foto: FWC Fish and Wildlife Research Institute)

ULAR langka berkepala dua ditemukan di Florida, Amerika Serikat, pada pekan ini. Hewan tersebut dilaporkan memiliki otak mandiri atau berbeda satu sama lain. Diketahui bahwa ular ini hasil dari anak kembar yang gagal berpisah saat berkembang.

Ular langka itu ditangkap oleh petugas satwa liar dari Florida Fish and Wildlife Conservation Commission (FWC) Fish and Wildlife Research Institute. Mereka mengatakan ular itu harus tetap berada di penangkaran. Hal ini untuk menghindari risiko kematian karena bentrokan dua otak yang membuatnya kesulitan membuat keputusan.

Baca juga: Studi Baru Ungkap Ular Bisa Melihat dengan Baik di Keadaan Gelap Total 

Ular yang bimbang akibat kerap tidak setuju satu sama lain itu memiliki kondisi disebut bicephaly. Ini merupakan hasil dari dua monozigot atau disebut juga kembar identik yang tidak berpisah sepenuhnya saat embrio berkembang. Dengan begitu, ular tersebut berbagi tubuh namun kepala terpisah lengkap akan gigi dan lidah.

"Kedua kepala ular ini menjentikkan lidah dan bereaksi terhadap gerakan, tetapi tidak selalu dengan cara yang sama. Ular berkepala dua tidak mungkin bertahan hidup di alam liar karena dua otaknya membuat keputusan berbeda yang menghambat kemampuan mencari makan dan melarikan diri dari predator," jelas FWC Fish and Wildlife Research Institute melalui akun Facebook-nya, seperti dikutip dari IFL Science, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Peneliti Temukan Fakta Mata Ular Sanca Lebih Besar dari Perutnya 

Bicephaly lebih sering terjadi pada reptil karena mereka menghasilkan keturunan dalam jumlah besar sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya malformasi langka semacam ini. Bicephaly juga merupakan efek samping yang umum dari ular kawin, seperti ular hitam yang dapat terjadi di alam liar.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini