Peneliti Temukan Alat Penghasil Air Bersih dari Udara

Felix Refialdo Handono, Jurnalis · Rabu 28 Oktober 2020 09:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 16 2300670 peneliti-temukan-alat-penghasil-air-bersih-dari-udara-bZz8CveojI.jpg Alat ekstrak udara menghasilkan air bersih. (Foto: MIT/IFL Science)

AIR bersih gratis merupakan dambaan banyak orang yang hidup di daerah beriklim kering. Namun seiring perubahan iklim yang makin parah dan kekeringan yang meningkat, akses air minum akan makin sulit.

Menyikapi kondisi ini, peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) Alina LaPotin dan rekannya mengembangkan perangkat ekstrak air minum yang memanfaatkan sinar matahari. Alat ini diklaim dapat mengambil dan mengembunkan air bersih dari udara kering sekalipun. Penjelasan tentang prototipe tersebut telah dipublikasikan di jurnal Joule.

Baca juga: Ilmuwan Ciptakan Cat Ultra-Putih Penangkal Radiasi Matahari 

"Di daerah di mana kelangkaan air menjadi masalah, penting untuk mempertimbangkan berbagai teknologi menyediakan air, terutama karena perubahan iklim akan memperburuk banyak masalah kelangkaan air," kata Alina LaPotin kepada New Scientist.

Dikutip dari IFL Science, Rabu (28/10/2020), cara kerja perangkat ini menggunakan perbedaan suhu untuk memindahkan air dari udara ke bahan adsorben di perangkat, sebelum mengembunkan air kembali ke wadah.

Pada waktu malam hari, ketika tidak ada matahari untuk memanaskan perangkat, air dari udara sekitar akan ditarik ke permukaan lapisan adsorben. Saat matahari terbit dan memanaskan pelat termal di atasnya, perbedaan suhu dari pelat yang terbuka dan bagian bawah yang teduh menarik air keluar dari bahan adsorben (desorpsi), mengembunkannya ke dalam wadah.

Para peneliti masih terus berusaha meningkatkan teknologinya dengan membuatnya menjadi perangkat dua tahap, menambahkan tahap kedua adsorpsi-desorpsi. Namun, sistem tersebut memerlukan penyesuaian lebih lanjut untuk meningkatkan produksi dan menurunkan biaya sebelum dapat diterapkan dalam skala besar.

Baca juga: Wow, Kain Pintar Ini Bisa Deteksi Jenis Makanan di Atasnya 

Saat ini perangkat tersebut menghasilkan 0,8 liter air per hari, peningkatan yang nyata dari iterasi sebelumnya, tetapi masih di bawah 2,5 liter yang dibutuhkan per hari bagi manusia untuk bertahan hidup. Selain itu, tergantung ketersediaan energi matahari, kelembapan, dan suhu, produksi air dapat diturunkan di bawah 0,8 liter.

Memproduksi air yang cukup untuk menopang populasi menjadi semakin sulit bagi banyak negara di seluruh dunia. Dengan wilayah seperti California mengalami beberapa tahun terkering dalam sejarah yang tercatat, bahkan wilayah kaya pun dapat terpengaruh oleh kurangnya air tawar di tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, pengembangan teknologi seperti ini sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia di masa mendatang.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini