Peneliti Temukan Terumbu Karang Raksasa Setinggi 500 Meter

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Sabtu 31 Oktober 2020 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 16 2301945 peneliti-temukan-terumbu-karang-raksasa-setinggi-500-meter-LSOhhnAPcf.jpg Penemuan terumbu karang raksasa di Perairan Australia. (Foto: Schmidt Ocean Institute/IFL Science)

GREAT Barrier Reef (GBR) yang berada di Perairan Australia menjadi rumah bagi lebih dari 3.000 individu terumbu karang. Lalu baru-baru ini ditemukan sebuah terumbu karang lain setelah 120 tahun. Untungnya terumbu karang tersebut dalam keadaan baik, tidak seperti GBR yang mengalami pemutihan massal.

The Schmidt Ocean Institute melakukan misi 12 bulan untuk menjelajahi perairan di sekitar terumbu karang ini dan menemukan hal yang menakjubkan. Pada dasarnya terumbu karang tersebut memiliki panjang 1,5 kilometer (0,9 mil). Menjulang dengan ketinggian 500 meter membuat terumbu karang ini lebih tinggi dari Gedung Empire State yang berada di New York.

Baca juga: Gugusan Terumbu Karang Terbesar di Dunia Rusak sejak 25 Tahun LaluĀ 

Terumbu karang itu kemudian menopang karang kecil yang panjangnya 300 meter dan lebarnya 15 meter yang terletak 40 meter di bawah permukaan. Meskipun telah menggunakan robot bawah air (SuBastian) dari jarak jauh, Tim Schmidt belum memiliki kesempatan mengambil sampel makhluk hidup secara langsung.

Terumbu karang mendukung semua elemen utama dari terumbu tropis yang berkembang, seperti karang keras, karang lunak, ikan, dan hiu. Demikian pernyataan Dr Robin Beaman dari James Cook University, seperti dikutip dari IFL Science, Sabtu (31/10/2020).

Baca juga: Ilmuwan Ungkap Kerusakan Great Barrier Reef Kian MeluasĀ 

Hal ini berbeda dengan terumbu karang perairan dangkal di dekatnya pada zona utara GBR yang sebagian besar belum pulih dari peristiwa pemutihan massal 2016. Salah seorang anggota tim penelitian, Mardi McNeil, menyebut terumbu karang dikelilingi air yang memanas dan menjadi ancaman besar terutama di ujung utara GBR di mana karang mendekati batas termalnya.

Penelitian ini dilakukan sebagai upaya The Schmidt Ocean Institute untuk memetakan seluruh area di sekitar GBR utara menggunakan kapal penelitian Falkon dan ROV SuBastian. Pemetaan tersebut sudah hampir 90 persen selesai.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini