Penyebab Tangisan Manusia Bisa Dilihat dari Jenis Air Matanya

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Minggu 01 November 2020 02:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 16 2302123 penyebab-tangisan-manusia-bisa-dilihat-dari-jenis-air-matanya-JnaElF4IeK.jpg Ilustrasi menangis. (Foto: Zahra Amiri/Unsplash)

MENANGIS sering kali dilakukan manusia untuk meluapkan emosinya, baik itu senang maupun sedih. Selain karena emosi, air mata juga dapat keluar karena faktor tertentu, seperti rasa sakit atau perih. Namun tahukah Anda, air mata manusia ternyata bisa menunjukkan keadaan emosi, kepribadian, hingga penyebab tangisan orangnya.

Teknisi laboratorium bernama Maurice Mikkers telah meneliti dan menemukan bahwa air mata manusia bisa seunik kepingan salju, dan memiliki tampilan kristal jika dilihat melalui mikroskop. Ia juga meneliti suhu, kelembapan, bahkan penyebab tangisan yang dapat memengaruhi struktur air mata.

Baca juga: Ini Penyebab Burung Hantu Bisa Melihat Dalam Gelap 

"Mikroskop medan gelap akan menerangi robekan pada latar belakang hitam sehingga Anda benar-benar dapat melihat pola dan bentuk yang indah," kata Mikkers, seperti dikutip dari Science Alert, Minggu (1/11/2020).

Ia menerangkan, air mata orang yang menangis karena menonton film sedih akan berbeda dengan air mata orang yang kesakitan akibat kakinya tersentak benda keras.

Baca juga: Arti Angka-Angka yang Tertempel di Buah Supermarket 

Air mata ada tiga jenis. Pertama, air mata basal atau dasar. Kedua, air mata refleks sebagai respons terhadap iritasi, seperti bintik di mata atau saat mengupas bawang. ketiga, air mata emosional, kebahagian atau kesedihan.

Air mata emosional memiliki tingkat pemicu berbeda-beda setiap orang. Kepribadian seseorang juga dapat memengaruhi air mata yang terlihat di bawah mikroskop. Artinya, kepribadian orang dapat dilihat melalui air mata yang dikeluarkannya.

Mikkers coba mengumpulkan air mata ke dalam mikropipet. Setelah itu dituang ke tabung sebelum dipindahkan dalam tetes 1 hingga 4 mm ke slide mikroskopis. Kristalisasi dapat membutuhkan waktu 5 hingga 30 menit, tergantung lingkungannya.

Sejauh ini hanya sedikit penelitian tentang bagaimana air mata dapat mengkristal. Perlu analisis lebih lanjut untuk memahami apa yang membuat setiap air mata tampak begitu berbeda.

Baca juga: Ini Sejarah Gunting hingga Melekat dengan Kehidupan Manusia 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini