Huawei Bangun Pabrik Chipset Sendiri Usai Alami Masalah di Amerika

Muh Iqbal Marsyaf, Jurnalis · Senin 02 November 2020 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 16 2302768 huawei-bangun-pabrik-chipset-sendiri-usai-alami-masalah-di-amerika-zJY6cmln8r.jpg Ilustrasi smartphone Huawei. (Foto: Cnet)

PRODUSEN teknologi asal China, Huawei, dikabarkan segera membuat pabrik chipset sendiri. Hal ini dilakukan setelah mereka masuk Daftar Entitas Departemen Perdagangan Amerika Serikat yang mencegah rantai pasokan ke sana, termasuk Layanan Seluler Google.

Badan pengatur mengubah aturan ekspor yang memaksa pabrikan chipset yang menggunakan teknologi Amerika untuk memproduksi chip guna mendapatkan lisensi terlebih dulu sebelum mengirim komponen ke Huawei.

Baca juga: Aplikasi Ini Bisa Bikin Ponsel Huawei Instal Layanan Google 

Imbasnya, pabrikan teratas dunia TSMC tidak dapat mengirim Chipset Kirin 9000 5nm ke Huawei sejak pertengahan bulan lalu. Kabarnya dari pesanan 15 juta Chip Kirin 9000, Huawei hanya bisa mendapat 8,8 juta unit.

Jika benar, semua chip itu harus digunakan secukupnya. Lagipula, Kirin 9000 mendukung seri unggulan baru Mate 40, sekuel dari ponsel lipat Mate X, dan BTS 5G yang diproduksi Huawei untuk jaringan 5G yang dibangunnya.

Huawei telah mencoba untuk mendapat celah di dalam aturan ekspor AS, tapi pabrikan terbesar China, Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), tidak bisa membantu. Itu dikarenakan node proses paling canggih yang dapat digunakan untuk menghasilkan chip saat ini adalah 14nm.

Sedangkan proses 5nm yang baru mengemas 171,3 juta transistor dalam 1 mm persegi. Bandingkan dengan 43 juta transistor per mm persegi yang ditemukan di dalam chip yang diproduksi menggunakan node proses 14nm. Lalua perlu ingat bahwa makin banyak transistor yang digunakan oleh sebuah chip, maka makin kuat dan hemat energinya.

Seperti yang terjadi saat menggantikan Layanan Seluler Google dengan ekosistemnya sendiri, Huawei sekali lagi akan mengandalkan satu-satunya perusahaan yang dapat dipercaya.

Baca juga: Astronom Coba Metode Baru Temukan Planet Kesembilan 

Menurut Financial Times via Bloomberg, Huawei berencana membangun fasilitas sendiri untuk membangun chip di Shanghai. Pabrik ini tidak akan menggunakan teknologi Amerika sehingga berada di luar jangkauan peraturan Departemen Perdagangan AS.

Namun, ini tidak langsung menjadi solusi permasalahan chipset tersebut. Pembuatannya akan dimulai dengan produksi chip 45nm. Singkatnya, node proses 45nm digunakan untuk membuat Chip A4 yang digunakan pada iPhone 4 2010.

Pada akhir tahun depan, Huawei berharap dapat membangun chip untuk internet yang akan menggunakan node proses 28nm. Pada akhir 2022, perusahaan berencana memproduksi chip 20nm untuk telekomunikasi 5G.

Melalui kecepatan ini, membuat chip sendiri tidak akan membantu masalah langsung Huawei dalam mendapatkan chip mutakhir untuk ponsel andalannya. Sebab belum pernah memiliki pabrikasi chip sebelumnya, Huawei akan beralih ke Shanghai IC R&D Center guna menjalankan pabrik. Ini adalah perusahaan riset milik Pemerintah Kota Shanghai.

Apa yang dilakukan Huawei dengan membangun pabrik chipset sendiri adalah sesuatu yang ingin dicapai oleh seluruh negara China. Dalam rencana lima tahun, China mengutarakan keinginannya untuk lebih mandiri dalam hal ekonominya. Termasuk tidak harus bergantung pada negara asing untuk mendapatkan teknologi utama.

Baca juga: Pasok Cip ke Huawei, Sony dan Kioxia Minta Izin Pemerintah AS 

Masalah Huawei dengan AS telah mengajari China sesuatu, yakni Anda selalu membiarkan diri terbuka terhadap beberapa masalah saat tidak mengontrol produksi teknologi inti yang diperlukan untuk produk perusahaan.

Walaupun terus ditekan, raksasa teknologi berbasis di Shenzhen ini tetap menjadi produsen smartphone terbesar kedua di dunia selama kuartal III. Perusahaan ini juga merupakan pemasok peralatan jaringan terbesar secara global.

Baca juga: AS Perketat Larangan, Samsung dan LG Display Stop Pasok Huawei 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini