Peneliti Kembangkan Aplikasi Pendeteksi Covid-19 Melalui Suara Batuk

Hantoro, Jurnalis · Selasa 03 November 2020 08:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 16 2303171 peneliti-kembangkan-aplikasi-pendeteksi-covid-19-melalui-suara-batuk-XjrtmHFKlV.jpg Ilustrasi pendeteksi virus corona (covid-19). (Foto: Heru Haryono/Okezone)

ADA beberapa cara untuk mendeteksi virus corona (covid-19). Metode yang biasa dilakukan melalui tes medis swap. Tetapi ada juga cara yang bisa diterapkan sendiri, seperti menggunakan aplikasi yang dikembangkan para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Mereka coba menganalisis suara batuk untuk menentukan apakah orang tersebut terjangkit covid-19 atau tidak. Aplikasi ini menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) yang telah diuji menggunakan puluhan ribu sampel batuk serta kata-kata yang diucapkan.

Baca juga: Mark Zuckerberg Sebut WhatsApp Kirim 100 Miliar Pesan per HariĀ 

Dikutip dari Ubergizmo, Selasa (3/11/2020), menurut para peneliti tersebut, berdasarkan hasil pengujian, aplikasi ini berhasil memiliki tingkat deteksi sebesar 98,5 persen terhadap mereka yang sebelumnya dipastikan mengidap virus corona. Lalu tingkat keberhasilan 100 persen terhadap mereka yang dianggap asimtomatik.

Aplikasi ini belum tersedia untuk publik, tetapi para peneliti sedang berupaya mengubahnya menjadi metode yang lebih ramah pengguna serta menunggu persetujuan Pemerintah Amerika Serikat untuk dapat meluncurkannya ke publik.

Ini sangat penting karena pengujian skala luas adalah kunci dalam membantu mengurangi jumlah penularan covid-19. Di mana deteksi dini dapat membatasi jumlah orang dalam persebaran virus corona.

Baca juga: Facebook Uji Fitur Dark Mode untuk Aplikasi MobileĀ 

Kemudian terkait apakah aplikasi ini menjadi metode yang lebih efektif atau tidak dibandingkan bentuk pengujian covid-19 yang lebih umum dilakukan, masih harus dilihat. Lalu ditegaskan bahwa aplikasi ini tidak boleh digunakan sebagai tes diagnostik medis.

Sebaliknya, aplikasi tersebut bisa bertindak sebagai bentuk peringatan. Jika mendeteksi Anda memiliki virus, bisa segera menguji diri sendiri untuk memastikannya, sebelum berpotensi menularkan kepada orang lain.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini