Pilpres Amerika 2020, Astronaut NASA Berikan Suara dari Luar Angkasa

Hantoro, Jurnalis · Selasa 03 November 2020 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 16 2303443 pilpres-amerika-2020-astronaut-nasa-berikan-suara-dari-luar-angkasa-hGGyT6vwzl.jpg Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). (Foto: NASA/Science Alert)

ASTRONAUT NASA Kate Rubins menjadi satu-satunya orang Amerika Serikat yang memberikan suara Pemilihan Presiden 2020 dari luar angkasa. Saat ini ia sedang bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS). Rubins mengatakan memberikan suara pemilu di luar angkasa menjadi pengalaman yang sangat istimewa.

"Ini suatu kehormatan bagi kami," katanya dalam menanggapi pertanyaan dari Fox News selama konferensi pers dari ISS pada hari Jumat lalu.

Rubins dilaporkan memberikan suaranya dari ISS pada 22 Oktober. Ia menggambarkan pemungutan suara sebagai sebuah kewajiban. "Kami merasa sangat beruntung dapat memilih dari luar angkasa," tambahnya, sebagaimana dikutip dari Fox News, Selasa (3/11/2020).

"Ini sebenarnya sangat mirip dengan proses pemungutan suara dengan surat suara absen dari rumah," jelas astronaut senior ini.

Baca juga: Pilpres Amerika Serikat 2020, Netizen Gelorakan #ElectionDay 

Rubins mencatat bahwa Federal Postcard Application (FPCA) yang digunakan astronaut sama dengan yang digunakan personel militer dan keluarga mereka ketika berada di luar negeri.

"Saya tidak tahu bahwa saya secara teknis berada di luar negeri," gurau dia, "Surat suara itu dienkripsi untuk kami, dan kami kirimkan kembali."

Astronaut NASA Kate Rubins di ISS. (Foto: NASA/Fox News)

Astronaut tersebut menggunakan tempat tinggal awaknya yang kecil di laboratorium luar angkasa yang mengorbit sebagai tempat pemungutan suara, lengkap dengan tanda darurat. NASA sendiri memiliki moto "pilih saat Anda mengapung" untuk para astronaut.

"Seperti bentuk lain dari pemungutan suara tanpa kehadiran, pemungutan suara dari luar angkasa dimulai dengan Aplikasi Kartu Pos Federal atau FPCA," jelas NASA dalam laman resminya.

"Ini adalah formulir yang sama yang diisi oleh anggota militer dan keluarga mereka saat bertugas di luar Amerika Serikat. Dengan menyelesaikannya sebelum peluncuran, anggota kru stasiun luar angkasa memberi tanda niat mereka untuk berpartisipasi dalam pemilihan dari luar angkasa."

Baca juga: Bukan Telinga, Laba-Laba Ini Mendengar Menggunakan Kaki 

Setelah FCPA disetujui, pegawai daerah yang mengelola pemilihan di wilayah asal astronaut mengirim surat suara percobaan ke tim di Pusat Antariksa Johnson NASA. Komputer uji stasiun luar angkasa kemudian digunakan untuk mencoba apakah itu dapat diisi dan dikirim kembali ke petugas daerah.

"Setelah tes berhasil, surat suara elektronik aman yang dibuat oleh Kantor Panitera Harris County dan pemerintah daerah sekitarnya di Texas, dihubungkan oleh Pusat Kontrol Misi Johnson ke anggota kru pemungutan suara," papar NASA.

"Sebuah email dengan kredensial khusus anggota kru dikirim dari petugas wilayah ke astronaut. Kredensial ini memungkinkan anggota kru untuk mengakses surat suara yang aman."

"Astronaut kemudian akan memberikan suara mereka, dan surat suara yang aman dan lengkap akan di-downlink lalu dikirim kembali ke Kantor Panitera County melalui email untuk dicatat secara resmi," tambah NASA.

"Petugas memiliki kata sandi sendiri untuk memastikan hanya mereka yang bisa membuka surat suara. Ini proses yang cepat, dan astronaut harus sudah mengirimkannya sebelum pukul 19.00 waktu lokal pada hari pemilihan jika memberikan suara sebagai penduduk Texas."

Pada 2016, astronaut NASA Shane Kimbrough yang saat itu satu-satunya orang Amerika di luar angkasa memberikan suara dalam pemilihan presiden dari ISS.

NASA menjelaskan, sistem ini pertama kali digunakan pada 1997 untuk mantan astronaut David Wolf ketika dia menerbangkan misi jangka panjang di Stasiun Luar Angkasa Rusia Mir. Dikarenakan misi Wolf berlangsung pada hari pemilihan, prosesnya disiapkan untuk memungkinkan dia memberikan suara di luar angkasa.

Baca juga: 5 Hero Fighter Terbaik di Game Mobile Legends 

Rubins juga memberikan suara di luar angkasa empat tahun lalu selama 115 hari bertugas di laboratorium ruang angkasa terapung, memberikan suara sebelum dia kembali ke Bumi pada 30 Oktober 2016.

Tugas Rubins kali ini di stasiun luar angkasa dimulai pada 14 Oktober, ketika mencapai lab luar angkasa yang mengorbit setelah melakukan perjalanan "jalur cepat" dengan pesawat ruang angkasa Soyuz milik Rusia. Misi terbarunya di ISS dijadwalkan berlangsung selama enam bulan.

Baca juga: Edward Snowden Ajukan Jadi Warga Negara Rusia 

Astronaut dan sesama awak stasiun luar angkasa, kosmonot Rusia Sergey Ryzhikov dan Sergey Kud-Sverchkov, menggunakan konferensi pers hari Jumat lalu untuk membahas peringatan 20 tahun laboratorium ruang angkasa yang mengorbit. Tanggal 2 November menandai ulang tahun ke-20 manusia hidup dan bekerja terus-menerus di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

"Bagi saya, pekerjaan di dalam sini rasanya luar biasa," kata Rubins, "Sepertinya saya kembali ke sini pada 2016."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini