Pemilu Amerika, Mantan Astronaut NASA Terpilih Jadi Senator

Hantoro, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 16 2305151 pemilu-amerika-mantan-astronaut-nasa-terpilih-jadi-senator-6f08bETAgT.jpg Ilustrasi NASA. (Foto: History)

SEORANG mantan astronaut NASA, Mark Kelly, terpilih menjadi anggota senat setelah menjadi kandidat dalam Pemilu Amerika Serikat 2020. Ini membuatnya menjadi astronaut keempat NASA yang terpilih menjadi anggota Kongres AS.

Sebelum terjun ke dunia politik, Mark Kelly diketahui telah empat kali diluncurkan ke luar angkasa. Ia menjadi anggota legislatif untuk mewakili Negara Bagian Arizona.

Baca juga: Pilpres Amerika 2020, Astronaut NASA Berikan Suara dari Luar Angkasa 

Mark Kelly yang tergabung dalam Partai Demokrat melawan petahana Martha McSally, anggota Partai Republik dan mantan pilot tempur Angkatan Udara AS. Pemilihan khusus diadakan untuk menyelesaikan masa jabatan enam tahun Senator John McCain yang meninggal pada 2018. McSally ditunjuk sementara oleh gubernur Arizona setelah wafatnya McCain.

"Ketika kami meluncurkan kampanye ini dari tempat ini, tepat di sini, 619 hari yang lalu, saya tidak pernah bisa mengantisipasi berapa banyak orang Arizon yang akan menjadi bagian dari misi ini. Misi ini tidak berakhir saat suara terakhir dihitung. Ini baru permulaan," kata Kelly berbicara kepada para pendukung di Kongres Hotel di Tucson pada Selasa malam lalu.

Mark Kelly mantan astronaut NASA terpilih jadi senator. (Foto: Mamta Popat/Arizona Daily Star via AP/Fox News)

Dikutip dari Fox News, Jumat (6/11/2020), menurut Sekretaris Negara untuk Negara Bagian Arizona, Mark Kelly memenangkan pemilihan dengan selisih 52,63 persen.

"Ketika saya di NASA, kami akan berlatih selama dua tahun untuk misi pesawat ulang-alik. Dari berada di simulator pesawat ulang-alik dan terbang dan pelatihan, dua tahun fokus pada detail. Dua tahun sebelum kami berada di landasan peluncuran, siap berangkat. Kemudian pekerjaan dimulai. Sekarang pekerjaan dimulai," bebernya.

Baca juga: NASA-SpaceX Siap Luncurkan 4 Astronaut Crew-1 ke Stasiun Luar Angkasa 

Kelly yang menikah dengan mantan anggota Kongres Arizona, Gabby Giffords, pindah ke Tucson pada 2012 setelah pensiun dari NASA, dan Giffords selamat dari upaya pembunuhan pada tahun sebelumnya. Bersama-sama, pasangan ini mendirikan "Giffords" untuk mengadvokasi pengurangan kekerasan senjata dan membantu membuat komunitas lebih aman.

Kelly mungkin bisa menjabat secepatnya pada akhir bulan, menunggu pernyataan negara bagian dari hasil pemilu. Saat dilantik, Kelly akan menjadi satu-satunya anggota aktif kongres yang pernah terbang ke luar angkasa. Sebelum dia, di legislatif AS ada tiga mantan astronaut NASA dan dua anggota Kongres yang pernah terbang dengan pesawat ulang-alik sebagai spesialis muatan.

Mark Kelly merupakan mantan kapten di Angkatan Laut AS. Ia penerbang angkatan laut dan pilot penguji yang menerbangkan misi tempur dalam Operasi Badai Gurun. Dirinya terpilih sebagai calon astronaut NASA pada 1996.

Dia mencatat lebih dari 54 hari di luar angkasa dalam empat misi pesawat ulang-alik. Kelly menjabat sebagai pilot pada penerbangan pertamanya, STS-108, meluncurkan pesawat ulang-alik Endeavour untuk mengirimkan pasokan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) pada 2001.

Baca juga: NASA Ungkap 4 Suara Menyeramkan di Alam Semesta 

Lima tahun kemudian Kelly terbang sebagai pilot pesawat ulang-alik kedua NASA yakni Discovery di STS-121. Misi kembali ke penerbangan setelah hilangnya pengorbit Columbia dan awaknya pada 2003.

Kelly memerintahkan kru STS-124 Discovery pada 2008 yang memasang Laboratorium Kibo Jepang di ISS. Misi keempat dan terakhirnya, STS-134, menandai penerbangan terakhir Endeavour serta mengirimkan Spektrometer Magnetik Alfa, detektor sinar kosmik, untuk dipasang ke rangka tulang punggung stasiun.

Baca juga: NASA Temukan Air di Permukaan Bulan 

Setelah meninggalkan NASA, Kelly mengajukan diri untuk satu "misi" lagi yang memungkinkan para ilmuwan badan tersebut untuk mengumpulkan data fisiologis dan medisnya, sementara saudaranya memberikan data yang sama selama setahun di stasiun luar angkasa.

"Studi kembar" yang penting membantu mengungkap lebih jauh efek perjalanan ruang angkasa dalam jangka panjang pada tubuh manusia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini