Share

Peneliti Temukan Planet Ekstrem Dipenuhi Lava hingga Hujan Batu

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 16 2305415 peneliti-temukan-planet-ekstrem-dipenuhi-lava-hingga-hujan-batu-qp89LncxBi.jpg Ilustrasi Planet Lava. (Foto: Nypost)

PARA peneliti menemukan sebuah planet ekstrem di tepian tata surya. Planet ini dikelilingi lautan lava cair dengan kedalaman 100 kilometer yang membuatnya sangat panas. Maka itu, planet ini disebut K2-141b atau "Planet Lava".

Menurut para ilmuwan dari Universitas McGill, Universitas York, dan Institut Pendidikan Sains India, K2-141b memiliki cuaca yang sangat ekstrem dengan kecepatan angin supersonik 5.000 kilometer per jam dan hujan batu.

Baca juga: Astronom Coba Metode Baru Temukan Planet KesembilanĀ 

Para peneliti coba membuat simulasi komputer untuk memprediksi kondisi di K2-141b. Berdasarkan analisis mereka, cuaca ekstrem itu dapat secara permanen mengubah permukaan dan atmosfer K2-141b dari waktu ke waktu.

"Studi ini adalah pertama kalinya yang membuat prediksi tentang kondisi cuaca di K2-141b yang dapat dideteksi dari jarak ratusan tahun cahaya dengan teleskop generasi berikutnya seperti James Webb Space Telescope," kata penulis utama penelitian, Giang Nguyen, seperti dikutip dari Scitech Daily, Jumat (6/11/2020).

K2-141b mengorbit sangat dekat dengan bintangnya sehingga membuat planet ekstatasurya ini terkunci di tempatnya. Dengan begitu, K2-141b memiliki dua sisi berbeda. Artinya, ada salah satu sisi yang selalu menghadap bintang.

Baca juga: Jupiter Lebih Besar 11 Kali Lipat Dibandingkan BumiĀ 

Sisi malam menghadapi suhu hingga -200 derajat Celsius. Sedangkan sisi siang suhunya bisa mencapai 3.000 derajat Celsius yang tidak hanya dapat melelehkan batuan, namun juga menguapkannya.

Hebatnya, siklus air di Planet K2-141b hampir sama dengan yang terjadi di Bumi. Air akan menguap, naik ke atmosfer dan mengembun, kemudian jatuh lagi ke permukaan sebagai hujan.

Sementara di Planet K2-141b, uap mineral dari batuan akan terbawa ke sisi malam oleh angin supersonic, kemudian akan turun sebagai hujan batu dan kembali ke laut magma.

"Semua planet berbatu, termasuk Bumi, dimulai sebagai dunia cair tetapi kemudian mendingin dan keras dengan cepat. Planet Lava memberikan kita gambaran langka pada tahap evolusi planet ini," kata Profesor Cowan dari Departemen Ilmu Bumi dan Planet.

Baca juga: Peneliti Temukan Asam Amino Glisin di Atmosfer VenusĀ 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini