Gelombang Radio Misterius Terdeteksi di Galaksi Bima Sakti

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 16 2305457 gelombang-radio-misterius-terdeteksi-di-galaksi-bima-sakti-nmXp9BkWIj.jpg Galaksi Bima Sakti. (Foto: NASA/JPL-Caltech/S Solovy/IFL Science)

LEDAKAN gelombang radio misterius dan intens terdeteksi dari pusat Galaksi Bima Sakti. Astronom menyebutnya sebagai semburan radio cepat (FRB) dan berlangsung hanya sepersekian detik serta 100 juta kali lebih kuat dari matahari. Namun, ledakan ini tidak diketahui dari mana asalnya.

Hal tersebut menjadi ledakan gelombang radio tercepat di Galaksi Bima Saksi untuk pertama kalinya. Para peneliti kesulitan melacaknya karena ledakan tersebut sangat pendek dan berasal dari jauh.

Baca juga: Peneliti Temukan Exoplanet di Galaksi Bima Sakti, Lebih Kecil dari BumiĀ 

Semburan energi gelombang radio tampaknya berasal dari magnetar atau bintang dengan medan magnet yang sangat kuat. Peneliti menilai ledakan itu terlihat sama seperti FRB lain yang lebih jauh di luar Galaksi Bima Sakti.

"Ada misteri besar tentang apa yang menghasilkan energi luar biasa ini," kata pemimpin tim analisis tentang FRB, Kiyoshi Masui, sebagaimana dikutip dari Independent, Jumat (6/11/2020).

Ledakan ini sudah dideteksi sejak 27 April. Kemudian banyak ilmuwan mengaitkannya dengan magnetar yang diduga sebagai penyebab terjadinya ledakan besar itu. Para peneliti mengujinya dengan menempatkan asal semburan di bagian sekecil mungkin di langit.

Penelitian ini pertama kalinya dilakukan untuk membuktikan adanya keterkaitan antara FRB dengan magnetar. Setidaknya dapat menjadi petunjuk tentang asal mula FRB selama ini.

Baca juga: Astronom Temukan Populasi Baru Bintang di Galaksi Bima SaktiĀ 

"Kami menghitung bahwa ledakan kuat yang datang dari galaksi lain tidak akan dapat dibedakan dari beberapa semburan radio cepat, jadi ini benar-benar memberi bobot pada teori yang menyatakan bahwa magnetar bisa menjadi penyebab FRB," kata rekan penulis penelitian, Pragya Chawla.

Jika benar FRB berasal dari magnetar, masih banyak misteri yang tersisa. Para astronom perlu mencari tahu bagaimana mekanisme yang memungkinkan magnetar memberi energi begitu besar pada FRB.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini