Ini Penjelasan Alquran dan Sains Tentang Keistimewaan Buah Zaitun

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 09 November 2020 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 08 16 2306053 ini-penjelasan-alquran-dan-sains-tentang-keistimewaan-buah-zaitun-xiaP0eoDNc.jpg Buah zaitun. (Foto: Safer Kids and Homes)

DI dalam kitab suci Alquran banyak dijelaskan tentang buah-buahan. Mulai manfaatnya hingga keistimewaan yang belum diketahui manusia. Beberapa buah di antaranya kurma dan delima. Lalu ada juga buah lain yakni zaitun. Buah ini dikenal memiliki minyak yang sangat berkhasiat, tapi ternyata masih ada kegunaan lainnya.

Terkait buah zaitun, Allah Subhanahu wa ta'ala menjelaskan melalui kitab suci Alquran Surah An-Nur Ayat 35 yang artinya:

"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan Bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS An-Nur: 35)

Baca juga: Alquran dan Sains Ungkap Asal hingga Manfaat Buah Delima 

Dalam buku 'Tafsir Ilmi Tumbuhan dalam Perspektif Alquran dan Sains' yang disusun Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga mengungkap manfaat buah zaitun.

Dijelaskan bahwa bagian awal ayat tersebut banyak dibahas oleh para ulama dan pakar di bidang keagamaan dengan hasil kajian yang sangat beragam. Kendatipun pada umumnya mereka berpendapat bahwa ayat ini adalah gambaran tentang cahaya hidayah Ilahi, akan tetapi dapat pula dikaitkan dengan struktur atom radioaktif.

Betapa tidak, ayat ini mengumpamakan cahaya Allah Subhanahu wa ta'ala sebagai sebuah cekungan (al-misykat) dengan pelita besar (al-misbah) di dalamnya.

Pelita besar ini berada di dalam kaca (az-zujajah) dan kaca ini berkilauan seolah bintang yang bercahaya. Kilauan seperti bintang dari kaca itu dinyalakan oleh minyak dari pohon zaitun.

Baca juga: Sains dan Alquran Ungkap Pentingnya Jaga Kebersihan Mulut 

Zaitun adalah salah satu tumbuhan perdu yang jenis-jenisnya tersebar di kawasan sekitar Laut Tengah. Pohonnya berumur panjang dan bisa mencapai ratusan tahun. Maka itu, buah zaitun dapat dipanen dalam masa yang sangat panjang.

Pohon zaitun (Olea Europea) berasal dari Suku Oleaceae dan memiliki perawakan yang variatif. Di dalam suku ini terdapat varietas dengan perawakan yang relatif kecil dengan tinggi hanya 8 meter.

Ada varietas yang berupa semak, hingga varietas yang menjalar. Jumlah jenis dalam Suku Oleaceae ini cukup banyak, antara 500 hingga 600, ditemukan di seluruh belahan dunia kecuali pada daerah dingin.

Sebagai bahan campuran makanan, buah zaitun mengandung beberapa unsur yang diperlukan manusia, seperti protein yang cukup tinggi, zat garam, besi, fosfor, serta vitamin A dan B.

Baca juga: Sains dan Alquran Ungkap Lebah adalah Serangga yang Diistimewakan Allah 

Zaitun juga dipercaya mampu menghaluskan kulit dan karenanya dimanfaatkan dalam industri sabun. Minyak zaitun juga memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki minyak hewani atau nabati lainnya.

Minyak zaitun diketahui mampu menyehatkan jantung dan pembuluh darah. Dalam bidang kesehatan minyak zaitun memiliki peran penting.

Baca juga: Alquran dan Sains Ungkap Penyebab Bersin serta Menguap 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini