Alquran dan Sains Telah Lama Ungkap Fenomena Nebula Luar Angkasa

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Minggu 08 November 2020 17:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 08 16 2306057 alquran-dan-sains-telah-lama-ungkap-fenomena-nebula-luar-angkasa-yrmz7O4Stg.jpg Fenomena nebula di luar angkasa. (Foto: IFL Science)

PARA ilmuwan menemukan fenomena nebula di luar angkasa. Nebula sendiri merupakan sekelompok bintang di langit yang terlihat seperti kabut atau gas yang mengeluarkan cahaya. Namun ternyata hal ini sudah lama diungkapkan dalam kitab suci Alquran.

Di buku 'Sains Dalam Alquran' karya Nadiah Thayyarah dijelaskan bahwa pada 31 Oktober 1990 salah satu badan antariksa terbesar di dunia melalui laman resminya memperlihatkan gambar yang dicitrakan oleh teleskop raksasa.

Baca juga: NASA Hubble Tangkap Gambar Nebula Menyerupai Kupu-Kupu 

Orang yang melihat gambar tersebut secara sekilas tidak akan ragu bahwa itu adalah gambar bunga mawar berwarna jingga dengan daun-daunnya yang berwarna merah keungu-unguan, dikelilingi daun-daun kecil berwarna hijau muda.

Di tengah-tengah objek itu terdapat kelopak berwarna biru. Bunga ini merupakan gambar ledakan sebuah bintang raksasa bernama Cat's Eye Nebula yang berjarak 3.000 tahun cahaya dari Planet Bumi.

Fenomena nebula baru ditemukan manusia saat ini ketika mengandalkan teknologi teleskop luar angkasa yang canggih. Dalam kitab suci Alquran rupanya telah diungkap terkait fenomena ini.

Baca juga: Astronom Rilis Gambar Awan Nebula Carina yang Sangat Tajam 

Buku 'Sains Dalam Alquran' mengungkap salah satu ayat Alquran yang berbunyi: "Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak." (Quran Surah Ar-Rahman Ayat 37)

Ayat ini dianggap sebagai salah satu ayat yang mengandung kemukjizatan terbesar terkait bidang astronomi. Sebab, ayat ini benar-benar selaras dengan gambar yang terbentuk setelah terjadinya ledakan bintang-bintang.

Sementara dalam buku 'Sains Berbasis Alquran' karya Ridwan Abdullah Sani dijelaskan bahwa ada bintang yang ukurannya jauh lebih besar dari matahari. Akan tetapi, karena jaraknya sangat jauh, hanya terlihat seperti titik cahaya.

Begitu juga dengan matahari yang ada di tata surya. Jika dilihat dari galaksi lain, akan terlihat seperti titik cahaya.

Baca juga: Sains dan Alquran Ungkap Kehebatan Ikan Paus Hidup di Laut Lepas 

Cahaya bintang dapat mencapai Bumi setelah menempuh waktu yang sangat lama, yaitu dalam orde ribuan tahun.

Oleh karena itu, ada bintang yang sebenarnya telah musnah, tetapi cahayanya baru terlihat dan sampai ke Bumi. Bayangkan betapa jauhnya perjalanan cahaya bintang yang jaraknya ribuan tahun cahaya.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Siklus Air serta Hujan Telah Lama Dijelaskan dalam Alquran dan Sains 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini