Facebook Akan Tutup Grup yang Sebar Informasi Keliru soal Pilpres Amerika

Hantoro, Jurnalis · Senin 09 November 2020 08:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 16 2306402 facebook-akan-tutup-grup-yang-sebar-informasi-keliru-soal-pilpres-amerika-WSfKo8py46.jpg Ilustrasi Facebook. (Foto: Freepik)

FACEBOOK akan menutup grup yang berulang kali menyebar informasi keliru terkait Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020. Jika baru sekali melakukan pelanggaran seperti itu, platform media sosial ini akan menempatkan grup tersebut pada semacam masa percobaan, kemudian mengawasainya secara ketat. Langkah tersebut dilakukan dalam upaya memperlambat penyebaran informasi salah di platformnya.

Pertama kali dilaporkan oleh The Washington Post, Facebook menyatakan bakal membatasi grup apa pun, baik publik maupun privat, dengan banyak kiriman yang melanggar standar komunitasnya. Moderator grup harus menyetujui unggahan apa pun secara manual selama 60 hari, dan tidak ada pengajuan banding yang tersedia untuk grup dengan status percobaan.

Baca juga: Joe Biden Menangi Pilpres AS, Mark Zuckerberg Jadi Sorotan Netizen 

"Kami untuk sementara waktu meminta admin dan moderator dari beberapa kelompok politik dan sosial di Amerika Serikat untuk menyetujui semua unggahan jika grup mereka memiliki sejumlah pelanggaran standar komunitas dari anggota," kata Juru Bicara Facebook Leonard Lam, seperti dikutip dari The Verge, Senin (9/11/2020).

"Tindakan yang kami ambil untuk melindungi orang selama waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya ini," lanjut dia.

Admin akan diberi tahu tentang status grupnya dan diberi tahu kapan batasan unggahan akan dicabut. Selama masa percobaan, Facebook akan mengawasi bagaimana moderator grup terbatas menangani kiriman. Jika mereka terus mengizinkan unggahan yang melanggar aturan, Facebook dapat menutup grup sepenuhnya.

Baca juga: Twitter dan Facebook Cegah Unggahan Klaim Kemenangan di Pilpres Amerika 

Awal pekan ini Facebook menutup grup Stop the Steal yang memiliki lebih dari 300.000 anggota. Mereka mengunggah informasi salah terkait Pilpres Amerika Serikat.

Platform media sosial ini telah mengambil beberapa langkah untuk coba membendung gelombang misinformasi pemilu. Facebook saat ini melarang iklan politik yang berbasis di Amerika Serikat, dan secara khusus melarang iklan yang mengklaim kemenangan prematur.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini