WhatsApp Rilis Layanan Pembayaran di India

Antara, Jurnalis · Senin 09 November 2020 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 16 2306412 whatsapp-rilis-layanan-pembayaran-di-india-AjhzD3uSRf.jpg Ilustrasi WhatsApp. (Foto: Androidpit/Nextpit)

APLIKASI pesan singkat WhatsApp merilis layanan pembayaran untuk penggunanya di India. Fitur WhatsApp Pay diberikan setelah mendapat persetujuan dari pihak regulator di sana.

Layanan ini pertama kali diluncurkan di India sebagai beta pada 2018. Namun, peluncurannya secara penuh tertunda selama bertahun-tahun, karena kekhawatiran soal privasi dan keamanan data.

Baca juga: WhatsApp Kenalkan Fitur Pesan Sementara, Hapus Otomatis Setelah 7 Hari 

Ini menjadi rilis penting di sana. Pasalnya India merupakan pasar terbesar WhatsApp dengan 400 juta pengguna.

Sebelumnya Badan Pengatur Pembayaran Ritel India (NPCI) telah memberikan persetujuan kepada WhatsApp terkait layanan ini. Hal tersebut disambut baik oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg, selaku perusahaan induk WhatsApp.

"Sekarang Anda akan dapat dengan mudah mengirim uang ke teman dan keluarga melalui WhatsApp, semudah mengirim pesan," kata Zuckerberg, seperti dikutip dari The Verge.

Dia juga mengatakan pembayaran digital "sangat penting" selama pandemi virus corona (covid-19) secara global, sebab menghilangkan kebutuhan untuk pertukaran uang tunai secara langsung.

Baca juga: 3 Cara Mudah Backup dan Restore WhatsApp ke Ponsel Baru 

Sistem pembayaran WhatsApp akan menggunakan infrastruktur pembayaran nasional India yang dikenal dengan nama Unified Payments Interface atau UPI. Hal ini memungkinkan interoperabilitas antar-aplikasi, yang juga digunakan oleh PhonePe Walmart dan Google Pay, dua penyedia pembayaran seluler UPI terbesar di India, dengan menguasai sekira 40 persen pasar.

Namun, penyedia pembayaran digital di India akan menghadapi tantangan baru. Seperti dilaporkan Tech Crunch, NPCI juga mengumumkan bahwa mereka akan membatasi jumlah transaksi UPI yang dapat diproses oleh setiap layanan untuk "(melindungi) ekosistem UPI".

Ke depannya, tidak ada layanan yang diizinkan untuk memproses lebih dari 30 persen dari total volume transaksi UPI, tetapi tidak jelas bagaimana batasan ini akan diberlakukan.

WhatsApp akan membutuhkan waktu beberapa saat untuk mencapai batas ini, meskipun NPCI menjelaskan akan mengekang layanan pembayaran milik Facebook tersebut dari sejak awal.

Baca juga: WhatsApp Hadirkan Fitur Storage Management untuk Hemat Memori Ponsel 

Badan pengawas mengatakan WhatsApp hanya akan diizinkan untuk meluncurkan layanan secara "bertingkat". Dimulai dengan "basis pengguna terdaftar maksimum" sebanyak 20 juta pelanggan UPI.

Dalam sebuah unggahan blog, Facebook menyatakan telah bekerja sama dengan lima bank terkemuka dalam layanan pembayaran baru ini. UPI sendiri didukung oleh lebih dari 160 bank.

Baca juga: Mark Zuckerberg Sebut WhatsApp Kirim 100 Miliar Pesan per Hari 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini