Peneliti Temukan Kerangka Bayi Kembar Identik Pertama

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 16 2307416 peneliti-temukan-kerangka-bayi-kembar-identik-pertama-jnknFwNOzH.jpg Penemuan kerangka bayi kembar identik pertama. (Foto: Natural History Museum Vienna/IFL Science)

PENELITI menemukan kerangka bayi kembar indentik pertama di dunia. Hal ini diketahui berdasarkan hasil analisis DNA sebuah makam di Austria yang berisi sisa-sisa kerangka bayi baru lahir.

Mereka mengungkapkan kedua kerangka bayi itu sebagai kembar identik. Penemuan ini sebagai kasus paling awal kembar monozigot. Si kembar tersebut dimakamkan di samping bayi berusia 3 bulan yang diduga sepupu pertama mereka.

Baca juga: Peneliti Sebut 300 Juta Planet di Galaksi Bima Sakti Berpotensi Dihuni 

Dikutip dari IFL Science, Selasa (10/11/2020), kerangka bayi kembar identik ini tepatnya ditemukan di Situs Gravettian Krems-Wachtberg di Austria yang dikenal sebagai rumah bagi kelompok pemburu atau pengumpul pada 40.000 hingga 30.000 tahun lalu.

Makam pertama berbentuk oval dan berisi sisa-sisa dua bayi. Masing-masing tertanam dalam warna oker merah dan diletakkan berdampingan menghadap ke timur dengan tengkorak mengarah ke utara.

Baca juga: Bola Tar Karbon Coklat Terdeteksi di Himalaya, Percepat Pencairan Glasial 

Mayat-mayat itu dibaringkan dengan 53 manik-manik yang terbuat dari gading mammoth yang telah diikat pada seutas tali. Manik-manik itu berukuran sama yang sengaja dibuat sebagai persembahan untuk almarhum.

Setelah bayi ditempatkan di makam, tidak langsung diisi dengan tanah, namun ditutup menggunakan tulang belikat mammoth. Metode penguburan ini membuat jenazah terawetkan dengan baik sehingga memudahkan peneliti melakukan analisis DNA menggunakan gigi bayi yang baru lahir.

Hasil analisis mereka juga menyebutkan kedua bayi itu lahir dengan cukup bulan. Bayi pertama meninggal sesaat setelah dilahirkan. Sementara yang lainnya sempat bertahan selama 50 hari sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Meskipun terkesan tragis, penemuan ini dapat memberikan wawasan baru tentang perilaku kamar mayat yang menunjukkan keputusan membukan kembali kuburan untuk memberikan ruang bagi si kembar.

Baca juga: Peneliti Temukan Planet Ekstrem Dipenuhi Lava hingga Hujan Batu 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini