Bulan Planet Jupiter Memancarkan Cahaya Hijau dalam Kegelapan

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 16 2307423 bulan-planet-jupiter-memancarkan-cahaya-hijau-dalam-kegelapan-qKI14TDzYf.jpg Bulan Europa milik Planet Jupiter. (Foto: NASA/JPL-Caltech/DLR/IFL Science)

SALAH satu bulan Planet Jupiter, Europa, tertutup kerak es yang tebal dan memiliki lautan dalam air dengan kemungkinan aktivitas hidrotermal. Artinya itu dianggap sebagai lokasi yang memungkinkan untuk kehidupan di luar Bumi. Selain itu, baru-baru ini melalui percobaan laboratorium, bulan tersebut disebut memiliki properti aneh yang memungkinkannya bersinar hijau dalam gelap.

Sebagaimana penelitian yang dijelaskan dalam jurnal Nature Astronomy, peneliti melakukan eksperimen laboratorium untuk melihat bagaimana es dan garam di permukaan bulan yang jauh dapat berinteraksi dengan medan magnet kuat di Jupiter.

Baca juga: Bulan-Bulan Jupiter Ternyata Lebih Panas dari yang Diperkirakan 

Medan magnet itu mempercepat partikel bermuatan sehingga Europa terus-menerus dibombardir oleh elektron berenergi tinggi. Ini kemudian akan berinteraksi dengan zat kimia yang menyusun bagian luar bulan dan membuatnya bersinar.

"Kami dapat memprediksi bahwa cahaya es yang terdeteksi pada malam hari ini dapat memberikan informasi tambahan tentang komposisi permukaan Europa. Komposisi yang bervariasi itu dapat memberi informasi tentang apakah Europa memiliki kondisi yang cocok untuk kehidupan," kata penulis utama penelitian ini, Dr Murthy Gudipati, dari Jet Propulsion Laboratory NASA, sebagaimana dikutip dari IFL Science, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Jupiter Lebih Besar 11 Kali Lipat Dibandingkan Bumi 

Hasil eksperimen menunjukkan bahwa es iradiasi yang dilapisi garam dapat bersinar. Tim menemukan bahwa emisi terkuat berada pada 525 nanometer, panjang gelombang cahaya hijau. Namun, intensitas dan warna pancarannya tergantung pada komposisi molekul yang ditemukan dalam es.

Cahaya tersebut tidak dapat dilihat oleh teleskop Bumi. Pesawat ruang angkasa Clipper Europa NASA diharapkan melakukan penerbangan jarak dekat berulang kali ke Europa. Kamera bidang lebarnya diharapkan dapat menangkap cahaya bahan kimia yang berbeda saat terbang 50 kilometer dari permukaannya pada malam hari.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini