Perkembangan IT dan Energi Berkelanjutan Butuh Keterlibatan Aktif Masyarakat

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Rabu 11 November 2020 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 16 2307828 perkembangan-it-dan-energi-berkelanjutan-butuh-keterlibatan-aktif-masyarakat-NRKwKTR4pU.jpg Ilustrasi (Foto: Network World)

Informasi dan teknologi saat ini sudah masuk ke era disruptif yang sudah berpengaruh besar di seluruh dunia. Inovasi di bidang IT dan energi butuh keterlibatan aktif dari masyarakat yang nantinya akan menciptakan smart people. Hal itu disampaikan oleh Peneliti Pusat Penelitian Informatika LIPI, Risnandar, dalam sebuah webinar, Rabu (11/11/2020).

Menurut Risnandar, masyarakat harus berpartisipasi dalam menumbuhkan inovasi ICT. Fokus areanya bisa terdapat pada smart governance (tata kelola) yang baik. Implementasinya, bisa melalui transformasi digital layanan public. Dengan begitu, masyarakat yang cerdas akan terbentuk.

“Sekarang kalau membeli sesuatu, tidak harus ke pasar, bisa lewat online shop. Tidak perlu lagi ada gudang atau toko. Misalnya ada konsumen yang memesan, kita tinggal meminta kepada produsen dan menyalurkan kepada konsumen,” kata Risnandar.

Hal yang tidak kalah penting, menurut Risnandar, adalah transparansi data. Adanya keterbukaan data memudahkan dalam melakukan inovasi atau penelitian di masa yang akan datang. Inovasi tidak akan lahir tanpa bantuan dari masyarakat itu sendiri. Nantinya, akan membantu menaikkan perekonomian.

“Hambatannya sekarang karena isu kultur. Misalnya, kalau di tempat saya berbelanja itu harus tatap muka, ada serah terima. Sedikit asing dengan transaksi online,” kata Risnandar.

Dengan adanya keterlibatan masyarakat dalam menciptakan inovasi akan berdampak pada berbagai bidang kehidupan, salah satunya energi berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, Peneliti Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI, Anwar Muqorobin mengatakan berbagai sumber energi yang ada di sekitar harus dimanfaatkan.

Misalnya seperti sampah yang didaur ulang sehingga berguna untuk hal yang lain. Anwar juga menyebut perkembangan IT jauh lebih cepat dibandingkan energi berkelanjutan. Penelitian IT mungkin bisa diperbarui dalam beberapa tahun, namun tidak demikian halnya pada bidang energi. Peran teknologi inilah yang dapat dimanfaatkan dalam energi berkelanjutan.

“Perkembangan IT sangat cepat, sangat berbeda dengan energi berkelanjutan. Namun perkembangan teknolgi ini bisa berperan dalam bidang energi, misalnya penggunaan sistem tertentu untuk mempermudah pekerjaan di bidang energi,” kata Anwar.
Informasi dan teknologi saat ini sudah masuk ke era disruptif yang sudah berpengaruh besar di seluruh dunia.
Baca juga: Kenali Cordyceps, Jamur yang Digunakan LIPI untuk Tangkal Covid-19

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini