Makam Anak Tanpa Lengan dan Kaki Berusia 8.000 Tahun Ditemukan di NTT

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Rabu 11 November 2020 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 16 2308014 makam-anak-tanpa-lengan-dan-kaki-berusia-8-000-tahun-ditemukan-di-ntt-y9NPPBDHkP.jpg Makam anak berusia 8.000 tahun ditemukan di NTT. (Foto: Shimona Kealy/ANU/Live Science)

PARA arkeolog menemukan makam langka berusia 8.000 tahun di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Makam ini berisi jasad seorang anak kecil dengan kondisi tanpa lengan dan kaki. Diperkirakan anak itu meninggal dalam usia 8 tahun.

Selama upacara pemakaman, tulang panjang di lengan dan kaki anak itu diduga diambil dan dibuang ke tempat lain. Sebagian wajah anak tersebut dicat dengan bahan pewarna oker merah atau pigmen yang sering digunakan dalam pemakaman di seluruh dunia kuno.

Baca juga: Arkeolog Temukan Kerangka Kepala Suku Irlandia Berusia 418 Tahun 

"Pigmen oker dioleskan ke pipi dan dahi. Batu besar berwarna oker diletakkan di bawah kepala si anak ketika dikubur," kata Dr Sofia Samper Carro, arkeolog dari Australian National University (ANU) sekaligus pemimpin penelitian ini, seperti dikutip dari Live Science, Rabu (11/11/2020).

Ia mengatakan pemakaman tanpa lengan dan kaki sebelumnya juga pernah ditemukan di wilayah lainnya di Indonesia, seperti Jawa, Kalimantan, dan Flores. Namun penemuan kali ini merupakan satu-satunya yang terjadi pada anak kecil.

Para arkeolog tidak mengetahui secara pasti jenis kelamin anak tersebut. Berdasarkan analisis gigi dan kerangkanya menunjukkan dia meninggal pada usia sekira 4 hingga 8 tahun. Untuk anak usia tersebut, kerangka ini termasuk kecil yang mungkin disebabkan faktor genetik atau lingkungan.

Baca juga: Gambar Kucing Raksasa Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Nazca Peru 

"Kami ingin melakukan penelitian paleo-kesehatan lebih lanjut untuk mengetahui apakah kerangka yang lebih kecil ini berkaitan dengan makanan, lingkungan, atau bahkan genetiknya. Ini mengacu pada gagasan tentang beberapa spesies mungkin akan menyusut ketika berada di pulau terpencil, seperti gajah kerdil yang dulu pernah hidup di Flores," kata Carro.

Penemuan ini dapat menjelaskan praktik budaya kawasan ini selama awal zaman pertengahan Holosen yang dimulai pada akhir zaman es sekira 11.500 tahun yang lalu.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini