Gunakan Media Sosial Asing, Warga China Terkena Hukuman

Agregasi VOA, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 09:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 16 2308872 gunakan-media-sosial-asing-warga-china-terkena-hukuman-JZjh9bEO0r.jpg Ilustrasi

Di China, beberapa layanan atau media sosial tidak bisa digunakan, seperti Facebook, Google hingga YouTube. Pemerintah China memblokir layanan asing itu, sehingga warga tidak bisa dengan bebas mengaksesnya.

Dikutip Voaindonesia, pejabat Partai Komunis China tampaknya meningkatkan pelecehan dan hukuman terhadap pengguna internet yang menggunakan media sosial asing seperti Twitter, Facebook, dan YouTube.

Pemerintah China memblokir akses ke situs-situs itu, tetapi pengguna internet bisa menggunakan Jaringan Pribadi Virtual atau VPN (Virtual Private Network) dan teknologi lain untuk menembus hambatan itu.

Semakin banyak "netizen" China diperingatkan agar tidak mengunjungi dan mengunggah di media sosial itu dan dipaksa menghapus unggahan yang tidak menyenangkan pemerintah. Beberapa juga telah dijatuhi hukuman penjara.

Gao Yu, wartawan kawakan independen dan pembangkang, berulang kali dilecehkan polisi karena mengunjungi dan memposting di Twitter. Dalam peringatan pembantaian di Lapangan Tiananmen tahun ini, polisi keamanan nasional memperingatkannya agar tidak mengunggah apa pun pada waktu yang sensitif secara politik itu.

 Di China, beberapa layanan atau media sosial tidak bisa digunakan, seperti Facebook, Google hingga YouTube.

Baca juga: Lubang Ozon Musiman Antartika Terus Aktif hingga November Ini

Meskipun ia mematuhi, polisi di Beijing, kata Yu, tetap memecat putranya dari pekerjaan, Juni lalu, hanya untuk menghukumnya. Polisi juga memperingatkan teman-temannya agar tidak menghubunginya, dengan mengatakan ia “bukan wartawan, tapi musuh” dan mengancam akan menangkap jika mereka mengunjunginya.

Dalam beberapa kasus yang parah, beberapa pembangkang yang memposting di media sosial asing bahkan berakhir dengan hukuman penjara. Sebuah akun Twitter mengumpulkan 418 putusan dalam setahun terakhir dari mereka yang dijatuhi hukuman karena menyatakan pendapat.

Kasus-kasus ini terkait aktivitas daring sejak 2013, termasuk me-retweet dan menyukai postingan orang lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini