Share

Fakta Planet Lava K2-141b, Hujan Batu hingga Angin Supersonik

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 16 2309029 fakta-planet-lava-k2-141b-hujan-batu-hingga-angin-supersonik-rY1foqX46c.jpg Planet Lava K2-141b. (Foto: NASA/BBC)

SEKELOMPOK peneliti beberapa waktu lalu mengumumkan penemuan planet ekstrem yang dipenuhi lautan lava, angin supersonic, hingga hujan batu. Planet di tepian tata surya itu dinamai sebagai K2-141b.

Lautan lava di Planet K2-141b terdeteksi sedalam lebih dari 100 kilometer. Sementara embusan anginnya bertiup empat kali lipat dari kecepatan suara.

"Ini adalah planet yang sangat menarik, memiliki cuaca ekstrem, hujan mineral dan salju, serta angin supersonik," kata penulis utama penelitian ini Tue Giang Nguyen.

"Ini bukan tempat yang menyenangkan untuk dijadikan tempat tinggal, tapi ini planet yang keren untuk mempelajari hal-hal aneh yang dianggap remeh di Bumi," tambah rekannya, Profesor Nicolas Cowan.

Bersama dengan tim astronom dari India dan Kanada, mereka telah menerbitkan makalah baru tentang temuan-temuan terbaru di Planet K2-141b.

Masih terdapat fakta lain dari Planet Lava K2-141b, berikut di antaranya, sebagaimana dikutip dari BBC, Jumat (13/11/2020).

Baca juga: Peneliti Temukan Planet Ekstrem Dipenuhi Lava hingga Hujan BatuĀ 

1. Berjarak 202 tahun cahaya dari Bumi

Planet K2-141b, atau yang juga dikenal dengan nama EPIC 246393474.01, memiliki jarak 202 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Aquarius.

Planet itu memiliki alam yang berapi-api dan tidak ramah. K2-141b mengorbit begitu dekat mengelilingi bintang tata suryanya, sehingga satu tahun berakhir dalam waktu kurang dari tujuh jam.

Bintangnya adalah apa yang para astronom sebut sebagai "kerdil oranye" dan suhunya jauh lebih dingin dari matahari, serta sangat redup sehingga tidak dapat dilihat dari Bumi.

"Ini adalah planet lava," kata para ilmuwan yang menganalisis dan menafsirkan datanya di Institut Penelitian dan Pendidikan Sains India di Kolkata, India, Universitas York di Toronto, dan Universitas McGill di Montreal, Kanada.

Planet K2-141b juga merupakan "Bumi-Super", karena meskipun tidak jauh lebih besar, massanya sekira lima kali lipat lebih besar. Artinya, tarikan gravitasi K2-141b lima kali lebih kuat dari Bumi.

Meskipun K2-141b ditemukan pada 2018 oleh "misi K2" Teleskop Luar Angkasa Kepler, para ilmuwan baru sekarang mulai memahami keajaiban planet itu.

Baca juga: Peneliti Sebut 300 Juta Planet di Galaksi Bima Sakti Berpotensi DihuniĀ 

Baca Juga: Sinergi KKP dan TNI AL Berantas Penyelundupan BBL Ilegal di Batam

2. Perubahan suhu drastis

Meskipun K2-141b mengelilingi bintangnya dalam hitungan jam, planet itu tidak berputar pada porosnya, seperti halnya Bumi.

"Ini berarti dua pertiga planet selalu terpapar cahaya sepanjang hari, dan suhu di sisi itu bisa mencapai 3.000 Celsius," kata Profesor Cowan.

Sebaliknya di sisi berlawanan selalu berada dalam kegelapan, dan suhu di wilayah itu terjun hingga -200 derajat Celsius.

Perubahan suhu yang drastis ini menyebabkan cuaca ekstrem, serta apa yang disebut para astronom sebagai "hujan bebatuan".

Di Bumi, siklus air terdiri dari air yang menguap dari tanah yang kemudian membentuk awan di atmosfer, lalu hujan yang turun untuk mengisi kembali danau dan lautan, dan proses itu dimulai dari awal lagi.

"Jadi di K2-141b sama saja, tapi dengan bebatuan," jelas Cowan.

Baca juga: Peneliti Temukan Exoplanet di Galaksi Bima Sakti, Lebih Kecil dari BumiĀ 

3. Semua terbuat dari batu

Diungkapkan bahwa semua bagian dari K2-141b terbuat dari batu. "Yang harus Anda ingat adalah di planet ini, semuanya terbuat dari batu," kata Cowan.

Suhu panas di sisi siang hari planet ini sangat tinggi sehingga batuan menguap dan mineral naik ke atmosfernya yang tipis. Aneh, tapi dinilai menarik sebagai objek penelitian.

"Namun, tidak ada lapisan atmosfer di sisi malam planet ini yang sangat dingin dan beku total," tambahnya.

Perubahan drastis antara tekanan dan suhu antara sisi siang dan sisi malam planet ini menghasilkan angin supersonik ā€“kecepatan yang kita maksud ini mencapai 5.000 kilometer per jam.

"Ini membawa uap batu ke sisi malam planet, di mana akan mengembun menjadi tetesan batu," kata Cowan.

"Pada dasarnya akan berakhir dengan hujan batu, dan terkadang bahkan batu salju, yang jatuh ke lautan magma di bawahnya," tambah dia.

"Studi ini adalah yang pertama yang memperkirakan tentang kondisi cuaca di K2-141b," tambah Nguyen sambil bersemangat menceritakan tentang apa yang dapat dideteksi, "Dari jarak ratusan tahun cahaya dengan teleskop generasi termaju."

Baca juga: Astronom Temukan "Neptunus Ultra-Panas" Berisi Karbon MonoksidaĀ 

4. Jadi pelajaran pembentukan Bumi

Ini semua sangat menarik, tapi mengapa penting bagi para penduduk Planet Bumi?

"Mempelajari K2-141b dapat membantu kita lebih memahami tentang masa lalu Bumi, karena Bumi pernah menjadi dunia yang diselubungi magma," kata penulis utama, Nguyen.

"Planet-planet lava memberi kita pandangan yang langka soal tahap evolusi planet tersebut," tambah Cowan, "Semua planet berbatu, termasuk Bumi, dimulai sebagai alam cair, tetapi kemudian mendingin dan mengeras dengan cepat."

Dengan mengetahui lebih banyak tentang K2-141b, kita dapat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana Bumi terbentuk. Lebih lagi, ada insentif tambahan untuk terus mencari tahu.

"Hal ini dapat menjadi dasar bagi penelitian-penelitian di masa depan tentang planet lava yang belum ditemukan yang jumlahnya tak terhitung. Ini merupakan langkah integral untuk eksplorasi lebih lanjut planet-planet mirip Bumi atau alam-alam layak huni di luar tata surya kita," kata Nguyen.

"Planet lava ini sangat menyenangkan, dan memungkinkan kita mempelajari semua hal aneh," tambah Cowan.

Jika Anda tidak memiliki akses ke teleskop bernilai jutaan dolar tetapi ingin mempelajari sedikit tentang astronomi, Anda masih dapat melihat K2-141b dan sekitarnya di katalog NASA yang menawarkan gambar-gambar jarak dekat yang fantastis dengan model yang akurat secara ilmiah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini