Alquran dan Sains Ungkap Bulan Pernah Panas seperti Matahari

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 16 November 2020 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 15 16 2310070 alquran-dan-sains-ungkap-bulan-pernah-panas-seperti-matahari-2BHvXkFr5y.jpg Ilustrasi bulan. (Foto: Jennifer Aldrich/Unsplash)

MANUSIA ketika memandang ke langit pada malam hari maka akan menyaksikan bulan yang memantulkan cahaya matahari. Namun ternyata dahulu bulan pernah bercahaya seperti matahari. Hal itu diketahui melalui penelitian yang dilakukan manusia.

Dikutip dari buku 'Sains Dalam Alquran' karya Nadiah Thayyarah, dijelaskan bahwa hasil penelitian tersebut menunjukkan bulan terbentuk sejak 4,6 juta tahun lalu. Selama masa pembentukannya, bulan menerima hantaman bertubi-tubi dari meteor dan meteorid.

Baca juga: Alquran dan Sains: Bulan Ternyata Mengikuti MatahariĀ 

Dikarenakan suhu bulan saat itu sangat panas, terjadilah peleburan yang sangat dahsyat di permukaan bulan sehingga menyebabkan terbentuknya lubang-lubang besar yang dinamakan 'Maria' dan gunung-gunung tinggi dengan kawahnya yang dinamakan 'Craters'.

Kemudian kawah-kawah tersebut menumpahkan lahar-lahar dalam volume yang sangat besar dan lahar-lahar itu mengisi lubang-lubang besar itu. Gunung-gunung di bulan menjadi tidak aktif dan lahar-lahar berhenti mengalir. Dengan demikian, matilah bulan.

Sebelum manusia mengetahui bahwa bulan awalnya pernah bersinar, kemudian mati, kitab suci Alquran yang diturunkan sekira 14 abad lalu telah mengungkap hal tersebut. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Surah Al Isra Ayat 12 yang artinya:

"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas." (QS Al Isra: 12)

Baca juga: Foto Langka Neil Armstrong dan Buzz Aldrin di Bulan Akan DilelangĀ 

Ayat tersebut menunjukkan adanya suatu fakta ilmiah yang baru bisa diketahui umat pada abad ke-20, yaitu bahwa bulan pada mulanya adalah sebuah planet yang menyala.

Pada buku 'Sains Dalam Alquran' disebutkan juga penelitian-penelitian astronomis telah membuktikan bahwa bulan terus-menerus menjauh dari Bumi. Pakar astronomi mengatakan bahwa bulan yang berjarak 300 ribu kilometer dari Bumi terus menjauh dari Bumi sejauh 3 sentimeter per tahun.

Gerakan menjauh ini pada suatu saat nanti akan membawa bulan masuk pada area yang terdampak oleh medan gravitasi matahari. Hal ini akan menyebabkan bulan kelak meledak di permukaan matahari.

Fenomena tersebut benar-benar selaras dengan ayat Alquran yang menyatakan, "Dan matahari dan bulan dikumpulkan." (QS Al Qiyamah: 9)

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Astronom Temukan Kembaran Bulan di Dekat MarsĀ 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini