5 Fakta di Balik Peluncuran Crew-1, Masalah Mesin hingga Misi Sains

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Senin 16 November 2020 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 16 2310298 5-fakta-di-balik-peluncuran-crew-1-masalah-mesin-hingga-misi-sains-O1IPyfTrR6.jpg Empat astronaut Misi Crew-1 menuju ISS. (Foto: NASA)

SPACEX dan NASA berhasil meluncurkan Roket Falcon 9 yang membawa Misi Crew-1 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS). Pesawat luar angkasa Crew Dragon berisi empat astronaut, masing-masing Michael Hopkins, Victor Glover, Shannon Walker dari NASA; serta Soichi Noguchi dari Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).

Mereka lepas landas pada Minggu 15 November 2020 pukul 19.27 waktu Amerika Serikat. Peluncuran dilakukan dari Pusat Antariksa Kennedy NASA di Florida. Keempat astronaut itu kini dalam perjalanan menuju ISS. Crew-1 diperkirakan tiba di ISS pada hari Senin pukul 11 malam ET.

Baca juga: SpaceX dan NASA Sukses Luncurkan Roket Misi Crew-1 ke ISS 

Ada sejumlah fakta menarik di balik peluncuran ini, berikut di antaranya, sebagaimana dilansir dari Cnet, Senin (16/11/2020).

1. Sempat terjadi masalah pada mesin roket

Roket Falcon 9 yang membawa misi peluncuran satelit GPS militer sekaligus misi Crew-1 beberapa waktu lalu sempat mengalami masalah. NASA dan SpaceX mendeteksi adanya hal tidak terduga terjadi pada mesin roket tersebut. Sedikit pernis menyumbat saluran katup kecil sehingga peluncurannya ditunda hanya 2 detik sebelum lepas landas.

Hal ini berdampak pada Misi Crew-1 yang peluncurannya juga tertunda dari akhir Oktober lalu. SpaceX menemukan bahwa mesin dalam roket memiliki kecenderungan masalah yang sama. Jika tidak dibatalkan, hal tersebut dapat merusak mesin dan menimbulkan masalah lebih besar.

Peluncuran Roket Falcon 9 yang membawa empat astronaut Misi Crew-1 ke ISS. (Foto: Joel Kowsky/NASA/The Verge)

2. Kerja sama NASA dan SpaceX

Misi Crew-1 merupakan puncak dari program Kru Komersial NASA yang telah dikerjakan selama bertahun-tahun. Selama beberapa dekade, NASA memproduksi dan mengembangkan pesawat ruang angkasa sendiri secara internal. Namun, perusahaan SpaceX memiliki kendaraan yang dirancang dan dapat digunakan oleh NASA.

Baca juga: Elon Musk Ngaku Positif Corona, Bagaimana Peluncuran Astronaut Crew-1? 

3. Sejarah penerbangan luar angkasa Amerika Serikat

Peluncuran ini menjadi langkah besar dalam membawa penerbangan luar angkasa kembali ke AS. Sebelumnya, NASA mengandalkan pesawat luar angkasa Soyuz Rusia untuk mengirim astronautnya ke orbit.

"Ini mengasyikkan, terutama dengan Crew-1 menjadi pertama kalinya kami menempatkan empat orang di kapsul luar angkasa, sebagai manusia, itu sangat keren. Ini misi terpanjang dari kapsul AS berawak yang pernah ada," ujar Anthony Vareha, direktur penerbangan Misi Crew-1.

4. Empat astronaut terbang di Crew Dragon

Penerbangan bersejarah ini membawa empat astronaut. Keempat orang itu terdiri dari Komandan Crew Dragon NASA Michael Hopkins, pilot Victor Glover, spesialis misi Shannon Walkar, dan spesialis misi Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) Soichi Noguchi.

Baca juga: SpaceX Luncurkan Roket Falcon 9 Bawa Satelit GPS Canggih 

5. Menetap selama enam bulan

Anggota Crew-1 akan memulai misi sains selama enam bulan di ISS. Empat kru yang melakukan perjalanan ini bakal membantu berbagai eksperimen gaya berat mikro di luar angkasa.

"Ini akan menyenangkan untuk melihat seberapa banyak pekerjaan yang bisa kami selesaikan saat kami berada di sana," kata Hopkins.

Baca juga: Roket Starship SpaceX Akan Bantu Bersihkan Sampah Luar Angkasa 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini