Turki Denda Google Rp359 Miliar, Ini Penyebabnya

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Selasa 17 November 2020 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 16 2310800 turki-denda-google-rp359-miliar-ini-penyebabnya-m9gZ6zVNUY.jpg Ilustrasi Google. (Foto: Mitchell Luo/Unsplash)

DEWAN Kompetisi Turki menjatuhkan denda sebesar 196,7 juta lira Turki (USD25,6 juta) atau sekira Rp359 miliar kepada Google. Hal ini dikarenakan perusahaan raksasa teknologi yang berbasis di California itu diduga melanggar aturan persaingan sehat dan menyalahgunakan kekuatan dominannya di pasar melalui iklan.

Awal tahun ini Google juga telah didenda sebesar 98,3 juta lira Turki karena menerapkan taktik persaingan agresif.

Baca juga: Apple dan Google Bergabung dengan Grup Industri 6G 

"Algoritma Google adalah aktor dalam perubahan perilaku konsumen. Google adalah perusahaan yang memiliki kapasitas untuk menentukan barang dan jasa yang dapat diakses secara global," kata seorang akademisi, Sarphan Uzunoglu, seperti dikutip dari Arab News, Selasa (17/11/2020).

Google. (Foto: Solen Feyissa/Unsplash)

Sarphan juga menyebutkan dengan adanya Google Adsense dan Google Adwords digunakan secara global, mereka dapat menguasai pasar periklanan digital. Google memiliki pengaruh besar seperti internet.

Baca juga: Penyimpanan Unlimited Google Photos Dihentikan Mulai Juni 2021 

Sebelumnya pada tahun lalu, Komisi Eropa juga mendenda Google akibat praktik penyalahgunaan dalam periklanan online. Pihak perusahaan mencegah situs web menggunakan pialang selain platform iklannya sendiri.

"Tidak dimungkiri bahwa negara lain juga memantau langkah Google sebagai aktor paling kuat dalam oligopoli digital global. Strategi periklanan Google juga berada di bawah pengawasan UE," kata Sarphan.

Perusahaan juga didenda 98 juta lira Turki oleh otoritas Turki pada 2018 karena melanggar undang-undang persaingan yang sehat. Pihak perusahaan hanya memprioritaskan diler tertentu di bawah ruang iklannya.

Otoritas Turki telah memberi waktu enam bulan kepada Google untuk memperbaiki masalah tersebut dan menghentikan strategi periklanan yang tidak adil.

Baca juga: Google Play Store Bermasalah, Ini Cara Ampuh Memperbaikinya 

Google. (Foto: Kai Wenzel/Unsplash)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini