Peneliti Temukan Sungai Gelap Sepanjang 1.000 Km di Bawah Greenland

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Selasa 17 November 2020 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 16 2311128 peneliti-temukan-sungai-gelap-sepanjang-1-000-km-di-bawah-greenland-Am9e6MTOVB.jpg Greenland. (Foto: Jennifer Latuperisa Andresen/Unsplash)

SEBUAH studi baru menemukan adanya sungai raksasa di bawah tanah yang dialiri es cair Greenland. Sungai tersebut dalam kondisi gelap karena jauh di bawah permukaan Greenland. Sungai ini bisa membentang hingga 1.000 kilometer yang mengalir dari pedalaman Greenland sampai Petermann Fjord di barat laut wilayah itu.

Baca juga: Peneliti: 35.900 Miliar Ton Es Greenland Bisa Hilang pada Abad Ini 

"Hasilnya konsisten dengan sungai subglasial yang panjang. Tetapi masih banyak ketidakpastian," kata pemodel lapisan es Christopher Chambers dari Universitas Hokkaido di Jepang, seperti dikutip dari Science Alert, Selasa (17/11/2020).

Sebelumnya sejumlah penelitian dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan adanya kemungkinan terdapat palung, lembah, atau mega-ngarai di lingkungan subglasial serta air dari es yang mencair mengalir di bawahnya.

Namun karena penerbangan udara untuk memantau kontur ini jarang dilakukan, maka ada kesenjangan data. Dengan begitu tidak diketahui apakah semua lembah terhubung dalam satu sungai yang panjang dan berkelok-kelok. Akhirnya, studi baru kali ini dapat menjawab keraguan tersebut.

Baca juga: Peta Satelit Ungkap Es Mencair di Greenland dan Antartika 

Chambers dan tim mengeksplorasi kemungkinan hipotesis bahwa lembah tidak dipecah menjadi beberapa bagian, namun terus mengalir dalam satu sungai yang panjang.

Pemodelan baru tersebut, para peneliti berasumsi bahwa "sungai gelap" memang berkelanjutan dan tidak terputus. Berdasarkan skenario itu, simulasi menyimpulkan air dari pencairan es mengallir dari pusat Greenland ke laut tanpa terputus.

Baca juga: Ledakan Bintang Supernova Diduga Berperan dalam Sejarah Iklim Bumi 

"Sepanjang-panjangnya, jalur lembah berkembang secara bertahap menuruni lereng permukaan es menyebabkan penurunan tekanan lapisan es yang dapat memungkinkan air mengalir di sepanjang jalurnya," tulis tim peneliti tersebut.

Namun temuan para peneliti ini masih hipotesis yang suatu harus lebih dibuktikan melalui survei udara di masa depan.

Baca juga: 3 Kawah Misterius Ditemukan di Mars, Diduga Berusia 4 Miliar Tahun 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini