Akun dan Konten Media Sosial Bisa Kena Take Down, Ini Kata Pengamat

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 16 2311594 akun-dan-konten-media-sosial-bisa-kena-take-down-ini-kata-pengamat-KlRHyR9Y2j.jpg Ilustrasi

Konten di media sosial bisa saja dihapus atau diblokir karena alasan-alasan tertentu. Misalnya, konten dianggap sensitif sehingga pihak penyedia layanan memblokir konten tersebut.

Terkait di-take down-nya sebuah konten, pemerintah juga bisa memiliki wewenang untuk hal tersebut. Heru Sutadi, Executive Director Indonesia ICT Institute, menjelaskan, jika terkait yang dilarang dalam UU ITE, merupakan kewenangan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

Sedangkan jika menjadi bagian dari kebijakan di media sosial tersebut, media sosial itu sendiri yang dapat melakukannya (take down).

"Misal menulis hoaks tentang Covid-19, obat penyembuh Covid-19 atau kebal Covid-19, itu bisa di-take down oleh media sosial tanpa persetujuan kita," jelas Heru, saat dihubungi Sindonews, Selasa (17/11/2020) malam.

Sementara itu, akun dan konten yang bisa di-take down berdasarkan UU ITE adalah penyebar pornografi, perjudian, maupun penyebaran ujaran kebencian berdasar SARA.

Pihak media sosial bisa melakukan take down berdasarkan kebijakan di media sosial masing-masing. Tetapi bisa juga atas laporan banyak orang lainnya yang memberikan flag atau tanda.

"Tapi untuk Indonesia ada pula tim lokal yang dilibatkan untuk menilai apakah status, cuitan atau sharing netizen dinilai sensitif," tambah Heru.

Tim Cek Fakta tersebut terdiri dari banyak organisasi lokal dan bebas kepentingan politik serta imparsial, yang langsung di bawah naungan masing-masing media sosial atau trusted flagger.

 Konten di media sosial bisa saja dihapus atau diblokir karena alasan-alasan tertentu.

Baca juga: Heboh Petisi Online Pelarangan Unggahan Foto Habib Rizieq, Ini Tanggapan Kominfo

Hanya saja tim ini menurut Heru tidak efektif. Misalnya saat Pilpres 2019, lembaga-lembaga mitra platform media sosial asing itu dinilai tidak adil dan berat sebelah, sehingga fakta yang dicek dari salah satu kubu sering semua dianggap hoaks.

Berkaca dari fenomena take down di sosial media ini, sekarang sedang ramai dibicarakan warganet bahwa akun yang posting nama atau foto Rizieq Shihab akan terkena take down.

Menurut Heru, keputusan ini mungkin saja muncul karena ada yang melapor ke platform sosial media bersangkutan untuk dilakukan pemblokiran, apapun isu menyangkut yang bersangkutan.

Keputusan take down yang melibatkan Tim Cek Fakta, hingga saat ini tidak dijelaskan alasannya oleh pihak media sosial kepada pengguna dan publik. Sehingga seolah percaya begitu saja apa yang disampaikan Tim Cek Fakta yang dipilih menjadi mitra mereka.

"Memang ini aneh. Itu sudah lama terjadinya. Dan diyakini juga atas masukan Tim Cek Fakta yang memang anti yang bersangkutan (Rizieq Shihab)," tandas Heru.

Pihak media sosial bisa melakukan take down berdasarkan kebijakan di media sosial masing-masing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini