Miliki 98 Juta Pengunduh, Data Pengguna Aplikasi Muslim Pro Dijual ke Militer AS

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 16 2311650 miliki-98-juta-pengunduh-data-pengguna-aplikasi-muslim-pro-dijual-ke-militer-as-nphVwfVWY9.jpg (Foto: Themobileindian)

Muslim Pro menjadi aplikasi terpopuler, termasuk di Indonesia. Aplikasi tersebut menghadirkan berbagai fitur, seperti waktu salat hingga arah kiblat.

Aplikasi Muslim Pro kabarnya telah diunduh sebanyak 98 juta kali. Rinciannya, aplikasi itu diunduh di Android dengan jumlah pengunduh mencapai lebih dari 50 juta pengguna. Sementara sisa pengguna lainnya berasal dari pengunduh di platform iOS serta platform lainnya.

Namun, kabar tak menyenangkan datang. Militer Amerika Serikat dikabarkan telah membeli puluhan juta data lokasi dari pengguna aplikasi tersebut.

 Aplikasi Muslim Pro kabarnya telah diunduh sebanyak 98 juta kali.

Kabar ini muncul ke permukaan berdasarkan laporan dari laman Vice Motherboard. Laporan itu menuliskan, bahwa militer AS menggunakan dua cara terpisah untuk mendapatkan data lokasi pengguna Muslim Pro.

Cara pertama dengan menggunakan pihak ketiga bernama Locate X. Layanan tersebut dibeli untuk digunakan oleh Komando Operasi Khusus AS (USSOCOM), sebuah divisi militer yang ditugaskan untuk kontraterorisme, pemberontakan, dan pengintaian khusus, dalam operasi pasukan khusus di luar negeri.

Kemudian cara kedua dengan melibatkan perusahaan bernama X-Mode. Perusahaan ini mendapatkan data lokasi langsung dari aplikasi, lalu dijual ke kontraktor dan terhubung langsung dengan militer AS.

Baca juga: Tiba di ISS, Ini Tugas yang Akan Dilakukan Astronaut Crew-1

X-Mode membayar biaya kepada pengembang aplikasi berdasarkan jumlah pengguna yang dimiliki. Jadi, jika sebuah aplikasi memiliki 50.000 pengguna aktif harian di AS, maka pengembang akan mendapatkan dana USD1.500 atau sekitar Rp21 juta setiap bulannya.

Aplikasi Muslim Pro diketahui paling banyak mengirim data penggunanya ke X-Mode. Pengiriman berasal dari Muslim Pro yang digunakan para smartphone berbasis Android dan iOS.

Tak hanya itu, Vice Motherboard juga menambahkan bahwa data nama jaringan, stempel waktu, dan model ponsel yang digunakan, masuk ke dalam penjualan data.

Sejauh ini, pihak Muslim Pro belum memberikan keterangan resmi mengenai laporan tersebut, meski kadung tersebar di banyak negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini