Meteorit Langka yang Jatuh di Sumut Kemungkinan Lebih dari Satu

Wahyu Budi Santoso (Sindonews), Jurnalis · Rabu 18 November 2020 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 16 2311854 meteorit-langka-yang-jatuh-di-sumut-kemungkinan-lebih-dari-satu-bclei4ywGZ.jpg Meteorit jatuh di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. (Foto: The Sun)

SEBUAH batu luar angkasa atau meteorit yang jatuh di rumah Josua Hutagalung di Desa Satahi Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada 5 Agustus lalu, menarik perhatian banyak pihak, terutama astronom dunia. Hingga akhirnya meteorit itu pun dibeli oleh ahli batuan luar angkasa asal Amerika Serikat bernama Jared Collins. Ia kemudian mengirimnya ke seorang kolektor untuk disimpan dalam nitrogen cair di Pusat Studi Meteorit di Arizona State University.

Dikutip dari Sindonews, Rabu (18/11/2020), para astronom memperkirakan meteorit yang jatuh di Sumatera Utara lebih dari satu. Sebab, tahun ini menjadi peristiwa langit terbesar.

Baca juga: Josua Hutagalung Mendadak Jadi Jutawan, Batu Luar Angkasa Temuannya Dibeli Rp25 Miliar! 

Menurut informasi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), mulai tengah malam pada 12 Agustus terjadi hujan meteor di langit Indonesia.

Seperti dilansir Space, batuan luar angkasa yang jatuh sebagai hujan Meteor Perseid berasal dari Komet Swift-Tuttle. Ini merupakan benda langit terbesar yang pernah melintasi Bumi pada 1865 dan 1992. Diameter nukleus atau inti komet tersebut bisa mencapai 26 kilometer.

Meteorit senilai Rp25 miliar di Sumatera Utara. (Foto: The Sun)

Lalu bagaimana bisa komet ini berhubungan dengan hujan Meteor Perseid? Komet bergerak dengan sangat cepat sehingga mereka selalu meninggalkan debu angkasa dan batuan di jalur lintasannya.

Bumi selalu melewati jalur lintasan Swift-Tuttle setiap bulan Agustus. Ketika saat itu tiba, debu angkasa dan batuan yang tercecer tersebut tertarik gravitasi dan memasuki atmosfer sebagai hujan meteor.

Baca juga: Meteorit Senilai Rp25 Miliar di Sumut Ternyata Paling Dicari Astronom Dunia 

Hujan Meteor Perseid tercatat sebagai hujan meteor paling populer dan dinantikan sepanjang tahun. Perseid menjadi begitu populer karena salah satu hujan meteor tahunan terbesar.

NASA memperkirakan ada lebih dari 100 meteor yang berjatuhan setiap jamnya ketika peristiwa itu terjadi. Mereka akan melesat dengan kecepatan 59 kilometer per detik sehingga manusia bisa melihatnya cukup jelas.

Meteor Perseid sendiri terkenal dengan bola-bola apinya. Jika beruntung, bakal terlihat ledakan cahaya yang cukup besar di angkasa dengan warna beragam.

Bola api tersebut berasal dari batuan komet yang lebih besar. Namun tenang saja, mereka tidak akan mencapai Bumi.

Sampai berita ini ditayangkan, Sindonews terus meminta keterangan dari pihak LAPAN terkait fenomena meteorit di Sumut tersebut.

Baca juga: Ini Nama Meteor Josua Hutagalung yang Terjual Rp25 Miliar 

Meteorit senilai Rp25 miliar di Sumatera Utara. (Foto: The Sun)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini