Antisipasi Hoax, WhatsApp Kampanyekan Program ABC

Sazili Mustofa, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 16 2312472 antisipasi-hoax-whatsapp-kampanyekan-program-abc-SVQyE4GgvT.jpg WhatsApp (Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Sebagai platform kirim pesan yang sangat populer di Indonesia, WhatsApp kerap menjadi tempat untuk menyebarkan disinformasi atau hoaks.

Pihak WhatsApp pun tak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan untuk menekan angka penyebaran kabar bohong tersebut. Banyak fitur-fitur yang telah disesuaikan dan diperbarui oleh WhatsApp.

Baca Juga: Browser Microsoft Edge Legacy Tidak Bisa Akses WhatsApp Web, Ini Solusinya

WhatsApp APAC Communications Director, Sravanthi Dev menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan pihaknya adalah membatasi pesan yang diteruskan atau forward, yang hanya bisa dilakukan ke lima akun dalam satu waktu.

Baca Juga: WhatsApp Perkenalkan Fitur Baru 'Read Later', Kapan Meluncur?

Upaya ini, diklaim telah mengurangi jumlah pesan yang diteruskan lebih dari 25%. Kemudian WhatsApp juga membatasi pesan yang terindikasi sering diteruskan hanya kepada satu akun dalam satu waktu, dan diklaim mengurangi jumlah pesan yang sering diteruskan hingga 70%.

"Kami tidak mengizinkan pengiriman pesan secara massal," jelas Sravanthi, saat konferensi pers secara virtual, Kamis (19/11/2020).

Selain itu, lanjut Sravanthi, WhatsApp juga menggunakan machine learning untuk mengidentifikasi dan memblokir akun yang mengirim pesan secara massal. Alhasil, ada 2 juta akun yang diblokir WhatsApp setiap bulannya.

"Kami menerima serta memproses setiap laporan, serta laporan pemblokiran dari pengguna," imbuhnya.

Sementara itu Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho, sebuah organisasi pencari fakta independen, memaparkan, dalam catatannya sebanyak 13%-15% hoaks yang dilaporkan berasal dari WhatsApp. "Tindakan prefentif dari pengguna WhatsApp menjadi sangat krusial," tegasnya.

Baca Juga: Tombol Belanja Kini Tersedia di WhatsApp

Di sisi lain, WhatsApp juga berupaya mengedukasi dan mendorong penggunanya agar tetap aman dan terhindari dari informasi hoaks yang beredar. Caranya, dengan bekerja sama dengan pemerintah dan komunitas.

 Upaya terbaru yang dilakukan WhatsApp adalah mengkampanyekan program ABC (Amati isinya, Baca Sampai Habis, Cek sumbernya). Ini merupakan kampenye publik untuk memitigasi penyebaran hoaks melalui WhatsApp.

 "ABC adalah tiga langkah yang mudah diingat oleh pengguna WhatsApp ketika menerima pesan yang belum tentu benar," tandas Sravanthi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini