Facebook Terancam Dituntut Terkait Akuisisi Instagram dan WhatsApp

Hantoro, Jurnalis · Minggu 22 November 2020 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 22 16 2313905 facebook-terancam-dituntut-terkait-akuisisi-instagram-dan-whatsapp-mROC84QsJO.jpg Ilustrasi Facebook. (Foto: Unsplash)

PENYELIDIK dari sejumlah negara bagian dan Komisi Perdagangan Federal (Federal Trade Commission/FTC) Amerika Serikat sedang mempersiapkan untuk mengajukan dakwaan antitrust terhadap Facebook terkait akuisisi Instagram pada 2012 dan WhatsApp pada 2014. Mereka menuduh bahwa kesepakatan tersebut menciptakan raksasa jejaring sosial anti-persaingan sehingga membuat pengguna hanya memiliki sedikit pilihan.

Para penyelidik telah mengeksplorasi bagaimana Instagram dan WhatsApp berubah pada tahun-tahun setelah Facebook membelinya. Pengawas antitrust pemerintah telah mempertimbangkan apakah akan mengajukan tuntutan hukum bahwa transaksi ini telah meninggalkan pengguna dengan layanan yang lebih buruk dan lebih sedikit perlindungan privasi daripada yang mungkin mereka miliki jika perusahaan tetap independen.

Baca juga: Konten Hoaks Banyak Ditemukan di Facebook, Kalahkan WhatsApp dan YouTube 

Ketika mengakuisisi WhatsApp misalnya, Facebook berjanji kepada pengguna akan menjaga independensi dan perlindungan privasi yang kuat. Komitmen itu pula yang disampaikan kepada regulator hingga memberi lampu hijau dalam kesepakatan itu.

Namun, Facebook berbalik arah beberapa tahun kemudian dan berusaha mengintegrasikan data penggunanya dengan layanan lain dari situs jejaring sosial miliknya. Ini sebuah langkah kontroversial yang menimbulkan keprihatinan baru, mengingat kesalahan privasi raksasa teknologi itu di masa lalu.

Instagram. (Foto: Freepik)

Masing-masing sumber mengakui bahwa tuntutan hukum negara bagian dan federal belum diselesaikan, berarti penyidik masih dapat mengubah pemikiran mereka, berpotensi untuk memaksimalkan potensi mereka di pengadilan. Ini juga bukan satu-satunya masalah yang telah dieksplorasi pejabat pemerintah sebagai bagian dari penyelidikan Facebook.

Namun Jaksa Agung Negara Bagian New Yorl Letitia James, pihak yang disebut-sebut memulai penyelidikan ini, mengatakan tidak dapat mengomentari penyelidikan tersebut karena sedang berlangsung. "Namun kami akan terus menggunakan setiap alat investigasi yang kami miliki untuk menentukan apakah tindakan Facebook menahan persaingan, mengurangi pilihan, atau membahayakan data pengguna," ungkapnya, seperti dikutip dari Washington Post, Minggu (22/11/2020).

Baca juga: Andalkan AI, Facebook Klaim Akan Lebih Serius Tangani Ujaran Kebencian 

Hampir 40 negara bagian telah menyatakan persetujuan untuk menandatangani kasus ini. FTC juga mendekati akhir penyelidikannya sendiri dan telah berusaha berkoordinasi dengan para pemimpin negara bagian.

Tapi komisi, yang telah bertemu untuk membahas gugatan, masih harus memberikan suara untuk membawa kasus tersebut. Dengan demikian, Facebook dapat memilih untuk mengajukan di depan hakim administrasi, atau meninggalkan menghadapi dua masalah antitrust utama di dua tempat berbeda.

Sementara CEO Facebook Mark Zuckerberg sempat menekankan kepada anggota parlemen pada sidang di bulan Juli bahwa pembelian Instagram, WhatsApp, dan firma lain oleh perusahaannya tidak mengancam persaingan dan justru membiarkan layanan tersebut berkembang di seluruh dunia.

Zuckerberg dan rekan-rekannya juga telah mencontohkan pada kedatangan aplikasi jejaring sosial baru yang tumbuh cepat, termasuk TikTok, sebagai bukti dari pasar yang sehat dan kompetitif.

Baca juga: Facebook-Instagram Izinkan Pembuat Video dan Gambar Ajukan Hak Cipta 

WhatsApp. (Foto: Pixabay)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini