Hasil Riset Ilmuwan Oxford Sebut Main Game Tertentu Bikin Mental Positif

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 16 2315046 hasil-riset-ilmuwan-oxford-sebut-main-game-tertentu-bikin-mental-positif-Dlpz95U9ab.jpg Anak-anak kecanduan bermain game. (Foto:Dok Okezone)

OXFORDSHIRE -  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2019 menambahkan “gaming disorder” ke dalam daftar Klasifikasi Penyakit Internasional. Pembahasan seputar video game dinilai terlalu berfokus pada aspek kecanduannya.

Terlalu sering bermain game, bahkan kerap dikatakan sama buruknya dengan kecanduan narkoba. Banyak pembuat kebijakan yang khawatir jika bermain game terlalu lama, dianggap dapat berakibat buruk bagi kesejahteraan seseorang.

Baca Juga: Industri Gaming Hadirkan Banyak Peluang Karier

Namun, ilmuwan Oxford menawarkan sudut pandang berbeda. Hasil riset yang mereka lakukan telah menemukan dampak positif dari bermain game, serta berhubungan pada kesejahteraan pemainnya.

Baca Juga: Indonesian Esports Awards GTV Bakal Hadirkan 'The Sacred Riana'

Ini merupakan penelitian pertama yang mengamati data waktu bermain game secara aktual. Penelitian dilakukan dengan menganalisis dua game populer, yakni Plants vs Zombies: Battle for Neighborville dan Animal Crossing: New Horizons.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 3.274 peserta yang terlibat dalam penelitian ini. Setelah itu, peneliti meminta para peserta untuk mengisi survei yang nantinya menjadi data dalam kesejahteraan pemain, permainan yang dilaporkan sendiri, dan pengalaman penuh motivasi selama bermain.

Hasilnya tentu saja peserta merasa lebih bahagia ketika bermain game. Perasaan yang muncul selama bermain game cenderung bersifat positif. Selain itu, para pemain merasakan koneksi sosial yang lebih dalam.

“Kami menemukan bahwa bermain video game tak selalu buruk untuk kesehatan. Ada faktor psikologis lain yang berpengaruh secara signifikan terhadap kesejahteraan seseorang," kata Andrew Przybylski, penulis utama dalam penelitian ini, dikutip dari laman resmi Oxford.

"Faktanya, bermain game bisa menjadi aktivitas yang dapat meningkatkan kesehatan mental. Membatasi bermain game hanya akan menghalangi pemain merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Baca Juga: Indonesian Esports Awards GTV Hadirkan Dinar Candy dan Ariel Noah

Meski begitu, penelitian ini juga menekankan bahwa manfaat positif hanya dirasakan oleh orang-orang yang memang suka bermain game. Bukan untuk orang yang bermain game sebagai tempat pelarian karena tidak dapat memenuhi kebutuhan psikologisnya.

Selain itu, game yang diteliti ini bisa dimainkan untuk semua umur. Jika penelitian menggunakan game lain, mungkin akan menghasilkan efek yang berbeda.

“Jika riset ini terus berkembang, saya yakin suatu saat nanti kita bisa mempelajari dan mencari bukti kenapa game sering disebut toksik,” Przybylski menyimpulkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini