Kapal Selam China Berhasil Capai Titik Terdalam Bumi

Anjasman Situmorang, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 16 2319481 kapal-selam-china-berhasil-capai-titik-terdalam-bumi-EM2JEnGUuu.jpg Awal kapal selam China, Fendouzhe, usa mencapai titik terdalam Bumi (Foto: Xinhua News Agency)

BEIJING - China telah menyelesaikan penelitian ilmiah dalam ekspedisi laut dengan bantuan kapal selam Fendouzhe, beberapa waktu lalu. Kapal itu berhasil mencapai titik terdalam Bumi pada 35.791 kaki (10.909 meter). Hal itu diungkap oleh kantor berita pemerintah China.

Selama ekspedisinya, kapal selam berawak ini telah melakukan 13 penyelaman ke dasar Palung Mariana yang dikenal sebagai zona terdalam di Bumi.

Laporan China Daily menyebutkan, delapan dari penyelaman itu berhasil mencapai kedalaman lebih dari 10.000 meter dan mencapai puncaknya pada 10 November lalu.

Baca Juga: Indonesia Produksi Kapal Selam Pertama di Asia Tenggara, Dananya Rp1,3 Triliun

Menurut Guinness World Records sebagaimana dikutip dari Live Science pada Selasa (1/12/2020), rekor dunia penyelaman laut dalam masih dipegang oleh Victor Vescovo. Dia berhasil mencapai titik kedalaman 35.873 kaki (10.934 meter) pada 26 Juni di kapal Limiting Factor.

Baca Juga: 5 Ton Narkoba Ditemukan di Dalam Kapal Selam

Meskipun begitu, penyelaman kapal Fendouzhe ini setidaknya mampu mengungguli penyelaman solo James Cameron pada tahun 2012 silam yang mencapai kedalaman 10.908 meter.

Selain itu, ekspedisi Fendouzhe juga hampir menyamai rekor kapal selam Italia-Amerika yang mampu menjelajah parit sedalam 10.912 meter.

Ekspedisi Fendouzhe ini, disebut sebagai penyelaman berawak ultradeep selama lebih dari satu dekade terakhir. Sebelumnya, kapal selam laut dalam pertama China hanya mampu mencapai kedalaman 3.759 meter pada tahun 2010. Namun, tahun ini Fendouzhe berhasil melampaui jauh angka tersebut.

Melalui ekspedisi ini, para awak kapal yang juga disebut Tansuo-1 telah menghabiskan waktu untuk melakukan penelitian di kedalaman tersebut. Para peneliti mengumpulkan sedimen, batuan, dan biologi dari dasar parit. Proyek ini bertujuan mengatasi kesulitan seperti angin topan, hujan dan suhu tinggi.

Tansuo-1 memulai perjalanannya pada 10 Oktober 2020 dan sudah kembali berlabuh di Provinsi Hainan dengan Fendouzhe di atas kapal pada 28 November lalu.

(amr)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini